Presiden Prabowo Resmikan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto resmi membuka salah satu proyek energi paling besar di Tanah Air. Senin, Prabowo meresmikan Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur, yang kini menjadi kilang minyak terbesar di Indonesia.

Dalam acara peresmian yang disiarkan lewat YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menyampaikan langsung pernyataan resminya.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada hari ini Senin, 12 Januari 2026. Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan,” ujar Prabowo.

Prabowo menyebut, terakhir kali Indonesia meresmikan proyek RDMP adalah pada 1994 atau sekitar 32 tahun lalu. Karena itu, ia menyambut peresmian ini dengan penuh optimisme, terutama karena proyek ini diharapkan bisa menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Prabowo, Indonesia sebenarnya punya semua yang dibutuhkan untuk mandiri energi. Mulai dari kelapa sawit untuk biodiesel, panas bumi, tenaga surya, sampai tenaga air.

“Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar. Kita ingin merdeka dan kita mampu. Kita miliki semua, diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa,” kata Presiden.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadahlia menegaskan bahwa RDMP Kilang Balikpapan adalah yang terbesar di Indonesia. Nilai investasinya mencapai Rp123 triliun.

Proyek ini dirancang untuk memodernisasi kilang lama agar bisa mengolah lebih banyak minyak, menghasilkan BBM yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mendorong industri petrokimia dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Kilang RDMP Balikpapan mampu mengolah hingga 360 ribu barel minyak per hari, atau sekitar 22–25 persen dari kebutuhan BBM nasional. Artinya, hampir seperempat kebutuhan energi Indonesia bisa dipasok dari kilang ini.

Secara ekonomi, dampaknya juga besar. RDMP Balikpapan diproyeksikan bisa menghemat impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan memberi kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp514 triliun.

“Ini adalah RDMP terbesar di Indonesia, Pak,” ujar Bahlil.

Selain memperkuat swasembada energi, proyek ini juga akan meningkatkan kualitas BBM Indonesia menjadi standar Euro V dengan kandungan sulfur 10 ppm, dari sebelumnya masih Euro II. Yield produk bernilai tinggi juga ditargetkan naik hingga 91,8 persen.

Kilang RDMP Balikpapan nantinya akan memproduksi berbagai komoditas energi penting, mulai dari BBM, elpiji, hingga produk petrokimia, yang semuanya jadi tulang punggung industri dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Baca juga: Bahlil Sebut Revitalisasi Kilang Balikpapan Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka