Mata Tampak Selalu Mengantuk? Kenali Ptosis dari Sisi Medis

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Pernah merasa penampilan wajah terlihat lesu karena kelopak mata tampak turun dan sayu sepanjang hari. Jika kondisi tersebut tidak membaik meski sudah istirahat cukup atau dikompres dingin, bisa jadi ada kondisi medis di baliknya.

Masalah ini dikenal sebagai ptosis dan sering kali disadari dari tampilan mata yang terlihat seperti mengantuk terus menerus.

Apa itu ptosis?

Mengutip berbagai referensi kesehatan, ptosis atau blefaroptosis adalah kondisi ketika kelopak mata atas turun dari posisi normalnya. Kondisi ini bisa terjadi hanya pada satu mata atau langsung menyerang kedua mata.

Walau umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, ptosis tetap perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda gangguan pada saraf, otak, atau jaringan di sekitar mata, terutama jika muncul secara tiba tiba.

Berdasarkan tingkat penurunannya, ptosis dibagi menjadi tiga kategori.

- Ringan dengan penurunan sekitar dua milimeter sehingga pupil hanya sedikit tertutup dan biasanya belum mengganggu penglihatan.

- Sedang dengan penurunan sekitar tiga hingga empat milimeter yang mulai menutupi sebagian pupil dan memengaruhi pandangan.

- Berat dengan penurunan lebih dari empat milimeter di mana kelopak hampir menutup seluruh pupil sehingga penderita sering mengangkat alis atau mendongakkan kepala agar bisa melihat lebih jelas.

Ptosis dapat terjadi sejak lahir atau berkembang seiring bertambahnya usia akibat melemahnya otot pengangkat kelopak mata. American Academy of Ophthalmology juga menyebutkan bahwa kondisi ini bisa dipicu oleh gangguan saraf maupun kelebihan kulit di area kelopak.

Penyebab ptosis

Penyebab ptosis dapat berasal dari berbagai faktor berikut.

1. Faktor penuaan

Penyebab paling umum karena tendon otot pengangkat kelopak mata meregang secara alami seiring usia sehingga kelopak menjadi turun.

2. Faktor bawaan

Terjadi pada bayi yang lahir dengan otot kelopak mata yang tidak berkembang sempurna. Jika tidak ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan mata malas atau amblyopia.

3. Kondisi medis dan penyakit

- Gangguan saraf seperti stroke, tumor otak, aneurisma, myasthenia gravis, dan sindrom Horner.
- Penyakit sistemik seperti diabetes dan gangguan otot.
- Masalah lokal seperti infeksi, tumor di rongga mata, atau pembengkakan akibat bintitan.

4. Trauma dan efek samping medis

- Cedera pada mata atau saraf di sekitarnya.
- Komplikasi pasca operasi mata seperti katarak atau lasik.
- Efek samping suntikan botox di area sekitar mata.

5. Faktor gaya hidup

Penggunaan lensa kontak dalam jangka waktu lama dapat menarik jaringan kelopak mata dan memicu ptosis.

Cara pengobatan ptosis

Penanganan ptosis bertujuan memperbaiki fungsi penglihatan sekaligus menjaga penampilan wajah. Metode pengobatan disesuaikan dengan penyebab, usia, dan tingkat keparahan kondisi.

1. Proses diagnosis

Dokter mata akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menelusuri riwayat kesehatan pasien. Jika ptosis disebabkan penyakit tertentu, pengobatan akan difokuskan pada kondisi dasarnya atau dirujuk ke dokter spesialis terkait.

2. Tindakan bedah

Operasi menjadi pilihan utama jika ptosis sudah mengganggu penglihatan atau dipertimbangkan dari sisi estetika. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan bius lokal melalui pengencangan otot kelopak mata, baik melalui sayatan di lipatan kulit maupun teknik tanpa sayatan luar.

3. Penanganan pada anak

Pada ptosis bawaan, tindakan operasi sering disarankan sejak dini untuk mencegah gangguan penglihatan permanen seperti mata malas atau mata juling.

4. Alternatif non bedah

Bagi pasien yang tidak dapat menjalani operasi atau memiliki ptosis sementara, kacamata khusus dengan penyangga kelopak mata dapat digunakan untuk membantu menjaga mata tetap terbuka.

Dengan struktur yang tepat dan pemahaman sejak dini, ptosis bisa ditangani secara optimal sebelum menimbulkan gangguan yang lebih serius.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka