IHSG Berakhir Menguat di Tengah Pelaku Pasar Amati Langkah The Fed

waktu baca 2 menit

Sentimen eksternal dan internal menopang laju indeks IHSG yang bergerak variatif

Jakarta (KABARIN) - IHSG pada Selasa sore menutup perdagangan dengan catatan positif di tengah fokus pelaku pasar pada kebijakan bank sentral AS, The Fed.

IHSG naik 63,58 poin atau 0,72 persen ke level 8.948,29 sementara indeks LQ45 yang memuat 45 saham unggulan melonjak 12,31 poin atau 1,42 persen ke posisi 878,86.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, "Sentimen eksternal dan internal menopang laju indeks IHSG yang bergerak variatif,".

Dari sisi global, pelaku pasar menunggu data inflasi terbaru AS untuk mendapat petunjuk arah kebijakan The Fed berikutnya. Pasar memperkirakan bank sentral akan menurunkan suku bunga dua kali mulai Juni 2026.

"Meskipun kejutan positif dalam inflasi dapat membatasi ruang gerak bank sentral untuk melonggarkan kebijakan," ujar Nico.

Sebelumnya, laporan penggajian non-pertanian AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Desember 2025 lebih rendah dari perkiraan, yang memperkuat peluang kebijakan The Fed lebih longgar.

Dari kawasan Asia, Jepang melaporkan surplus transaksi berjalan naik menjadi 3.674,1 miliar Yen pada November 2025 dari sebelumnya 3.338,9 miliar Yen, melampaui ekspektasi pasar 3.594 miliar Yen.

Di dalam negeri, pemerintah Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan paket stimulus pada 2026 termasuk program magang, insentif PPh final UMKM, PPh DTP, PPN DTP untuk perumahan, serta diskon iuran JKK/JKM. Nico menilai stimulus ini penting untuk menjaga daya beli rumah tangga dan menopang ekonomi domestik.

Namun ada potensi tekanan pasar akibat aksi ambil untung dan proyeksi Citigroup yang menyebut defisit fiskal Indonesia 2026 diperkirakan mencapai 3,5 persen dari PDB, di atas batas aman 3 persen, yang bisa memperlambat ekonomi.

IHSG sempat bergerak negatif di sesi pertama namun kembali ke zona hijau di sesi kedua hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat dipimpin barang baku naik 2,05 persen, diikuti industri 1,87 persen dan properti 0,64 persen. Sementara empat sektor melemah, dengan barang konsumen non primer turun 2,11 persen, transportasi & logistik dan energi masing-masing turun 0,94 persen dan 0,68 persen.

Saham dengan penguatan terbesar adalah SOLA, ASPR, MBMA, WEHA dan APLN sementara saham pelemah paling tajam antara lain DKHH, VICI, DEWA, GTSI dan NINE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat 3,805 juta kali dengan volume 52,89 miliar lembar saham senilai Rp33,41 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 348 naik, 327 turun, dan 131 stagnan.

Bursa saham regional Asia sore ini juga bergerak beragam, Nikkei menguat 2,93 persen ke 53.461,10, Hang Seng naik 0,90 persen ke 26.848,47, Shanghai turun 0,64 persen ke 4.138,75 dan Straits Times naik 0,85 persen ke 4.807,12.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka