Jakarta (KABARIN) - Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia atau PAMKI menegaskan vaksin flu tetap jadi cara paling aman untuk melindungi diri dari super flu atau influenza A H3N2 subclade K terutama untuk mencegah sakit berat dan kematian.
“Varian ini bukan virus baru, melainkan influenza musiman yang mengalami mutasi sehingga lebih gampang menular. Virus flu memang terus berubah, jadi kemunculan varian baru itu wajar,” kata dr. Anis Karuniawati dari Pengurus Pusat PAMKI di Jakarta, Selasa.
Anis menambahkan meskipun virus bermutasi, vaksin flu tetap memberikan perlindungan silang yang berguna.
Selain vaksin, langkah sederhana seperti cuci tangan rutin, pakai masker saat sakit atau di tempat ramai, tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, istirahat di rumah bila gejala muncul, dan segera ke tenaga medis kalau kondisi memburuk, tetap efektif untuk mencegah penyebaran.
Belakangan ini dunia kembali waspada karena kasus influenza musiman meningkat dan media internasional kerap menyebutnya “super flu”. Kementerian Kesehatan pun meningkatkan pengawasan terhadap varian ini.
Anis menjelaskan istilah super influenza bukan istilah medis resmi tapi cuma dipakai populer untuk virus flu yang cepat menyebar terutama varian H3N2 subclade K. “Hingga sekarang belum ada bukti ilmiah varian ini bikin penyakit lebih parah dari flu biasa,” katanya.
Gejala yang muncul masih sama seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, lemas dan capek. Tapi karena mudah menular, jumlah kasus bisa naik cepat apalagi di kelompok rentan.
Di negara-negara seperti AS, Eropa, dan Australia, musim flu tahun ini datang lebih awal dan lebih intens dibanding tahun sebelumnya sehingga banyak pasien ke rumah sakit atau rawat inap karena infeksi saluran napas.
Di Indonesia, Kemenkes melaporkan ada sejumlah kasus varian ini di beberapa provinsi. Pemerintah bilang situasi masih terkendali tapi pengawasan terus diperkuat lewat rumah sakit dan puskesmas sentinel.
“Satu kematian terkait varian flu ini juga sudah dilaporkan tapi pasiennya punya penyakit penyerta yang bisa bikin kondisi flu lebih parah,” kata Anis.
Pihaknya mengingatkan flu sering dianggap ringan tapi sebenarnya bisa bikin komplikasi serius seperti pneumonia, perburukan penyakit kronis seperti jantung, paru, diabetes, dehidrasi berat hingga kematian khususnya untuk lansia, anak-anak, ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Anis pun mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk tidak panik tapi tetap waspada serta disiplin jalankan hidup bersih dan sehat.
Bagi tenaga kesehatan dan pemerintah, PAMKI menekankan pentingnya penguatan surveilans molekuler dan pendekatan One Health supaya penyebaran flu bisa ditekan dan dampaknya ke kesehatan diminimalkan.
Sumber: ANTARA