Jakarta (KABARIN) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut Indonesia termasuk negara yang membuka akses pasar global paling luas sepanjang 2025.
"Pemerintah terus membuka akses pasar. Indonesia adalah salah satu negara, yang berdasarkan studi dari sebuah perusahaan dari Swis, di tahun 2025, membuka pasar paling besar," kata Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta, Selasa.
Airlangga menjelaskan pembukaan pasar perdagangan Indonesia terjadi lewat sejumlah kesepakatan internasional, termasuk EU CEPA, Indonesia-Peru, dan kerja sama dengan EU-Kanada.
"Kemudian, nanti dalam bentuk dengan Inggris kita juga akan melakukan MOU untuk persiapan CEPA dengan Inggris. Maka, hampir semua pasar kita buka," ujarnya.
Selain itu, Indonesia juga aktif menandatangani kesepakatan perdagangan lain seperti IAEU dan RCEP yang melibatkan negara-negara ASEAN serta mitra strategis seperti Jepang, Korea, China, Selandia Baru, dan Australia.
Airlangga menambahkan, Indonesia sedang dalam tahap technical review untuk bergabung ke OECD dan proses aksesi ke CPTPP. Menurutnya, Indonesia berada di posisi terdepan jika dibandingkan negara ASEAN lain dalam hal keterlibatan di perdagangan global.
"Kita sudah punya RCEP dengan regional ASEAN plus Jepang, Korea, China, dan juga New Zealand, Australia. Maka kita adalah salah satu negara dibandingkan negara ASEAN lain, yang sudah berada dalam, kalau balapan itu pole position, posisi terdepan," jelasnya.
Dia menegaskan meski ada tekanan dari negara lain seperti Singapura, Indonesia tetap menarik karena akses pasar besar, pertumbuhan ekonomi kedua setelah China, dan fondasi ekonomi yang kuat serta berkelanjutan.
Daya saing Indonesia, lanjut Airlangga, didukung oleh energi yang kompetitif dibanding China dan Vietnam, kualitas sumber daya manusia, serta ketahanan pasar domestik yang menjaga stabilitas pertumbuhan.
Dengan semua kekuatan itu, posisi Indonesia disebutnya berada di garis depan pasar global. Airlangga juga menekankan peran Kadin dalam mempromosikan produk dan kawasan ekonomi khusus supaya ekspor Indonesia terus meningkat.
"Apa yang menjadi harapan Pak Presiden (Prabowo Subianto) bahwa kita punya wilayah yang sangat kompetitif, dan kita punya daerah melalui pengembangan melalui kawasan ekonomi khusus, menunjukkan produk dari kawasan ekonomi khusus itu sangat bersaing di berbagai negara, dan ekspor kita akan terus meningkat," tutup Airlangga.
Sumber: ANTARA