Manfaat serta Efek Samping Sauna pada Kesehatan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Sauna jadi salah satu cara relaksasi yang populer dan kerap dijadikan ritual kesehatan. Paparan panas di ruang sauna bukan cuma bikin rileks, tapi juga membantu melancarkan peredaran darah, mengendurkan otot, serta mendukung kesehatan jantung dan kulit.

Meski terdengar menyehatkan, sauna tetap perlu digunakan dengan bijak. Kalau terlalu lama atau dilakukan tanpa memperhatikan kondisi tubuh, ada risiko efek samping yang bisa berdampak negatif bagi kesehatan. Berikut ini rangkuman manfaat dan risiko sauna yang perlu kamu tahu.

Manfaat Sauna bagi Tubuh

1. Melancarkan peredaran darah
Suhu tinggi di ruang sauna memicu pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), sehingga aliran darah ke seluruh tubuh lebih lancar. Suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh pun jadi lebih optimal.

2. Tubuh lebih rileks
Saat suhu sauna bisa mencapai sekitar 90°C, tubuh akan mengeluarkan keringat secara maksimal. Proses ini membantu mengendurkan otot tegang, menurunkan tingkat stres, dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Mendukung kesehatan jantung
Sauna rutin bisa memberikan efek positif bagi jantung. Aliran darah yang lancar membuat jantung bekerja lebih efisien, bahkan efeknya mirip dengan olahraga kardio ringan.

4. Menjaga kebersihan dan kesehatan kulit
Panas dari sauna membuka pori-pori kulit, memudahkan kotoran dan minyak terangkat. Setelah sauna, kulit biasanya terasa lebih bersih, segar, dan lembap.

5. Mengurangi nyeri otot dan sendi
Suhu hangat membantu meredakan ketegangan otot, nyeri sendi, dan mempercepat pemulihan tubuh. Makanya sauna sering dimanfaatkan atlet maupun untuk program pemulihan cedera.

Risiko dan Efek Samping Jika Sauna Terlalu Lama

1. Iritasi kulit
Pemilik kulit sensitif bisa mengalami kulit kering atau iritasi akibat panas berlebih. Kenali kondisi kulitmu dan jangan terlalu sering sauna.

2. Risiko dehidrasi
Tubuh kehilangan banyak cairan lewat keringat selama sauna. Tanpa cukup minum, dehidrasi bisa terjadi.

3. Gangguan kesuburan pada pria
Panas sauna meningkatkan temperatur skrotum. Jika dilakukan berlebihan, bisa memengaruhi jumlah dan kualitas sperma.

4. Penurunan tekanan darah mendadak
Bagi yang punya tekanan darah rendah, sauna bisa memicu pusing atau pingsan. Panas memengaruhi pembuluh darah dan tekanan darah bisa turun tiba-tiba.

5. Memperparah kondisi medis tertentu
Penderita penyakit jantung, tekanan darah tidak stabil, atau infeksi akut sebaiknya hati-hati. Panas berlebih memberi beban tambahan pada tubuh, jadi konsultasi ke dokter sebelum rutin sauna sangat dianjurkan.

Intinya, sauna bisa jadi cara yang menyenangkan dan menyehatkan untuk rileks, asal kamu tetap bijak dalam penggunaannya dan memperhatikan kondisi tubuh. Jangan sampai efek sampingnya justru bikin masalah baru.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka