Jakarta (KABARIN) - Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo dr Arifianto mengingatkan orang tua agar tidak langsung panik saat anak mengalami demam. Menurutnya, pemberian obat penurun panas seperti paracetamol tidak selalu wajib, terutama jika kondisi anak masih terlihat nyaman dan aktif.
“Diberikan paracetamol atau ibuprofen, hanya bila demam dan anak (dalam kondisi batuk dan pilek) tidak nyaman atau rewel terus,” ujarnya dalam siniar bertema Benarkah Anak Paling Rentan Terkena Flu? yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, suhu tubuh yang naik sebenarnya merupakan respons alami tubuh saat melawan virus. Saat demam muncul, virus justru berada dalam kondisi kurang ideal untuk berkembang.
“Jadi demam itu tujuannya satu, yakni ingin agar sistem imun bekerja optimal dan mencegah virus untuk berkembangbiak,” kata Arifianto.
Karena itu, orang tua tidak perlu terburu-buru memberikan obat penurun panas meski suhu anak cukup tinggi, selama anak masih aktif dan tidak menunjukkan tanda bahaya. Ia mencontohkan, anak dengan demam tinggi tetapi masih bisa bermain dan bergerak normal tidak selalu membutuhkan paracetamol.
Meski begitu, orang tua tetap harus waspada. Anak perlu terus dipantau, terutama terkait kondisi pernapasan, asupan cairan, dan kemungkinan kejang.
“Sambil diawasi, badannya dehidrasi, sesak napas,” ujarnya.
Dalam kasus flu atau pilek, demam masih bisa ditoleransi hingga sekitar tujuh hari selama tidak disertai tanda kegawatdaruratan.
“Anak tiga hari demam, ada ingus, batuk berdahak, tidak sesak, tidak dehidrasi, tidak kejang, anaknya masih aktif, itu masih ditoleransi,” katanya.
Namun jika demam berlangsung lebih dari tujuh hari, kondisi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut.
“Harus dicari tahu ada-tidak kemungkinan infeksi lain yang membuat demamnya bertahan,” kata Arifianto.
Selama masa sakit, ia menyarankan orang tua memastikan anak cukup minum dan segera membawa anak ke rumah sakit jika muncul gejala serius seperti sesak napas atau kejang. Pada kondisi tersebut, penanganan medis seperti pemberian oksigen dan infus bisa menjadi langkah yang tidak bisa dihindari.
Sumber: ANTARA