Dokter Ingatkan Pentingnya Skrining Awal untuk Deteksi Perlemakan Hati

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis penyakit dalam gastroenterologi dan hepatologi konsultan, C. Rinaldi A. Lesmana, menekankan pentingnya skrining atau pemeriksaan sejak dini untuk mendeteksi penyakit metabolik perlemakan hati yang kini semakin banyak ditemukan di masyarakat.

“Penyakit perlemakan hati saat ini dianggap menjadi satu penyebab penting dari satu perburukan penyakit lever,” kata Dr. dr. C. Rinaldi A. Lesmana KGEH, FCAP, FACG, FINASIM dalam sebuah diskusi di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa perlemakan hati termasuk salah satu faktor utama yang dapat memicu kondisi penyakit lever yang lebih serius. “Artinya termasuk salah satu penyebab untuk kejadian sirosis, satu kondisi penyakit lever yang lebih berat hingga juga bisa menyebabkan timbulnya kanker hati,” lanjut dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Menurut dr. Rinaldi, skrining awal menjadi kunci penting karena penyakit perlemakan hati sering kali tidak menimbulkan gejala. Berdasarkan data Rumah Sakit Medistra tahun 2015, lebih dari 50 persen dari 1.000 orang yang menjalani pemeriksaan kesehatan diketahui mengalami perlemakan hati, namun sebagian besar tidak merasakan keluhan apa pun.

Dengan melakukan deteksi sejak awal, perlemakan hati bisa ditangani lebih cepat sehingga peluang mencegah kerusakan hati yang lebih parah menjadi lebih besar. Karena itu, ia menekankan perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk memperluas akses pemeriksaan perlemakan hati, baik di kota besar maupun daerah.

“Artinya ke depannya menjadi tantangan lebih besar lagi buat negara kita walaupun saat ini pemerintah sudah coba melakukan berbagai macam upaya untuk skrining, kemudian edukasi ke masyarakat, terutama juga skrining virus hepatitis pada kelompok ibu hamil untuk mencegah penularan ke bayi dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Tapi tentu, melihat besarnya jumlah populasi di negara kita juga, ini menjadi tantangan besar ke depannya,” kata dr. Rinaldi yang juga berpraktik di RSCM Kencana.

Perlemakan hati sendiri merupakan kondisi penumpukan lemak berlebih di organ hati. Selama ini, kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan konsumsi alkohol berlebihan. Namun, dr. Rinaldi menegaskan bahwa gaya hidup tidak sehat, termasuk pola makan yang buruk, juga berperan besar.

Ia menambahkan bahwa perlemakan hati sering berkaitan dengan penyakit metabolik lain seperti diabetes, kolesterol tinggi atau dislipidemia, asam urat, kelebihan berat badan, hingga obesitas.

Padahal, hati memiliki fungsi vital bagi tubuh, mulai dari membersihkan darah dari zat berbahaya, memproduksi protein, membantu metabolisme, hingga menunjang proses pencernaan. Ketika hati mengalami perlemakan, fungsi-fungsi tersebut bisa terganggu dan memicu berbagai masalah kesehatan.

Untuk mencegah perlemakan hati, dr. Rinaldi menyarankan sejumlah langkah sederhana, seperti menghindari konsumsi alkohol, menerapkan pola makan sehat, mengontrol diabetes, menjalani vaksinasi hepatitis A dan B, serta rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka