Diet Cuma Makan Satu Kali dalam Sehari Gak Baik Buat Kesehatan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Puasa intermiten --makan dalam jangka waktu tertentu dan berpuasa selama sisa hari-- merupakan salah satu pendekatan yang diterapkan untuk mengurangi asupan kalori harian dalam upaya menurunkan berat badan.

Makan satu kali dalam sehari (One Meal A Day/OMAD) dinilai sebagai salah satu bentuk puasa intermiten ekstrem yang dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Jumat, ahli gizi Dasha mengamati adanya peningkatan masalah terkait kantung empedu di antara orang-orang yang menjalankan puasa intermiten ekstrem seperti OMAD.

Ia menyampaikan bahwa kantung empedu berperan penting dalam proses pencernaan, termasuk dalam pemecahan lemak.

"Empedu dilepaskan oleh kantung empedu untuk membantu Anda mencerna lemak sepanjang hari, apapun yang Anda makan," katanya.

"Sekresi empedu dirangsang ketika Anda makan, jadi jika Anda hanya makan sekali sehari, empedu itu hanya akan diam di kantung empedu, dan membentuk apa yang disebut endapan empedu, yang meningkatkan kemungkinan atau risiko terkena batu empedu," ia menjelaskan.

Oleh karena itu, dia menyarankan penerapan diet yang lebih seimbang, lebih sehat, dan lebih mudah dipertahankan seperti berpuasa semalaman selama 12 jam. Misalnya, mengupayakan makan malam sebelum pukul 19.00 dan sarapan pada pukul 07.00 keesokan harinya.

Dasha menyampaikan bahwa makan satu jam setelah bangun tidur dapat membantu menjaga tingkat energi dan metabolisme.

Memberi jarak waktu makan sekitar tiga hingga empat jam dapat membantu mencegah makan berlebihan dan mendukung pengaturan kadar gula darah.

Selain itu, dianjurkan untuk berhenti makan setidaknya tiga jam sebelum tidur agar tubuh punya cukup waktu untuk mencerna makanan dengan baik. Kalau makanan sudah tercerna dengan baik sebelum tidur, maka kualitas tidur bisa lebih baik.

Sumber: Hindustan Times

Bagikan

Mungkin Kamu Suka