Meta Akan Siap Uji Langganan Fitur Premium di Instagram, Facebook, dan WhatsApp

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Meta bersiap mencoba model langganan baru di sejumlah aplikasinya seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Lewat skema ini, pengguna bakal mendapat akses ke berbagai fitur tambahan yang tidak tersedia di versi gratis.

Mengutip laporan TechCrunch pada Senin 26 Januari, Meta menyebut layanan berbayar tersebut akan berisi fitur yang mendukung produktivitas dan kreativitas, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI yang lebih luas.

Dalam beberapa bulan ke depan, Meta berencana menghadirkan pengalaman premium yang memberi pengguna kendali lebih besar saat berbagi konten dan berinteraksi. Meski begitu, fitur utama aplikasi tetap bisa dinikmati tanpa biaya.

Meta juga akan menguji berbagai pilihan paket dan model langganan. Setiap aplikasi disebut bakal punya fitur eksklusif yang berbeda sesuai karakter penggunanya.

Sebagai bagian dari strategi ini, Meta akan memaksimalkan peran Manus, agen AI yang baru saja diakuisisi dengan nilai transaksi sekitar 2 miliar dolar AS atau setara Rp33,4 triliun. Manus akan diintegrasikan ke dalam ekosistem Meta, bersamaan dengan tetap berjalannya layanan berlangganan khusus untuk kebutuhan bisnis.

Tanda-tanda kehadiran Manus di Instagram mulai terlihat. Peneliti aplikasi Alessandro Paluzzi membagikan tangkapan layar yang menunjukkan Meta tengah mengembangkan pintasan Manus AI di Instagram. Paluzzi dikenal kerap menemukan fitur yang masih dalam tahap pengembangan sebelum resmi dirilis.

Selain Manus, Meta juga bakal menguji layanan berlangganan untuk fitur AI lainnya, termasuk Vibes. Fitur ini merupakan layanan video pendek berbasis AI di aplikasi Meta AI yang memungkinkan pengguna membuat dan mengedit video hasil kecerdasan buatan.

Sejak diluncurkan tahun lalu, Vibes bisa digunakan secara gratis. Namun ke depan, Meta berencana menerapkan skema freemium dengan opsi berlangganan agar pengguna bisa membuat lebih banyak video setiap bulan.

Untuk WhatsApp dan Facebook, detail fitur berbayarnya masih belum diungkap. Sementara itu, Paluzzi menyebut langganan Instagram nantinya memungkinkan pengguna membuat daftar audiens tanpa batas, melihat akun yang tidak mengikuti balik, hingga menonton Story tanpa terdeteksi pemilik akun.

Skema langganan baru ini akan berdiri terpisah dari layanan Meta Verified. Meta mengaku akan memanfaatkan pengalaman dari Meta Verified untuk mengembangkan bisnis langganan yang menyasar pengguna umum, kreator, dan pelaku usaha.

Langkah ini dinilai bisa membuka sumber pendapatan baru bagi Meta. Sebagai perbandingan, Snapchat+ milik Snap yang dibanderol mulai 3,99 dolar AS atau sekitar Rp66.842 per bulan kini telah memiliki lebih dari 16 juta pelanggan dan jumlahnya terus bertambah sejak awal 2024.

Dengan semakin banyaknya layanan langganan di media sosial, Meta dituntut menghadirkan fitur yang benar-benar menarik agar pengguna mau membayar. Perusahaan menyatakan akan aktif mendengar masukan komunitas dan mengumpulkan umpan balik selama proses uji coba layanan baru ini berlangsung.

Sumber: Tech Crunch

Bagikan

Mungkin Kamu Suka