Jakarta (KABARIN) - Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard percaya kakao punya potensi jadi komoditas andalan yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani.
“Saya optimis dengan adanya koordinasi yang erat dan komitmen bersama, kakao bisa menjadi komoditas strategis yang meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat perekonomian industri, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional,” ujar Febrian saat Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Kakao di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa.
Febrian menekankan pentingnya sinergi antara perencanaan dan pelaksanaan agar pengembangan kakao di Indonesia bisa berjalan lebih cepat dan efektif. Kakao dan kopi, menurutnya, bukan sekadar komoditas pertanian, tapi juga terkait langsung dengan kesejahteraan petani, pembangunan daerah, dan ketahanan ekonomi nasional jangka panjang.
Rapat itu menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, BUMN, lembaga riset, dan industri untuk mencegah ego sektoral yang bisa menghambat kemajuan. Salah satu langkahnya adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) yang mendukung pengembangan industri dan hilirisasi kakao.
Diskusi juga menyentuh soal rencana dan strategi yang akan diterapkan di daerah pilot project, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur, yang diharapkan jadi model praktik baik yang bisa ditiru di daerah lain.
“Dalam pengembangan kakao, diperlukan konsistensi dalam implementasinya, mulai dari penggunaan benih unggul bersertifikat, penerapan sistem poliklonal dalam peremajaan dan perluasan tanaman kakao, hingga penerapan Good Agricultural Practices dan Good Handling Practices,” kata Febrian.
Rapat juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat, khususnya petani, melalui pelatihan dan sosialisasi agar program bisa berjalan efektif.
“Langkah ini juga dinilai penting oleh mitra strategis, melihat pengalaman dalam pengembangan industri kakao sebelumnya yang memerlukan komitmen nyata masyarakat,” tambah Febrian.
Sumber: ANTARA