Jakarta (KABARIN) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembentukan Dewan Energi Nasional atau DEN dibuat untuk mempercepat pencapaian swasembada energi di Indonesia sekaligus mendukung program kelistrikan dan transisi energi.
Jelang pelantikan anggota DEN periode 2026-2029 di Istana Kepresidenan Jakarta, Prasetyo menjelaskan bahwa DEN akan menjadi penguat program swasembada energi yang sudah dijalankan oleh kementerian dan lembaga terkait.
“Harapannya dengan dilantiknya Dewan Energi Nasional hari ini, semakin bisa mempercepat proses-proses persiapan untuk kita mengejar beberapa program-program prioritas,” ujar Prasetyo.
Ia menambahkan pengelolaan sektor energi bukan hal mudah karena pemerintah harus menyeimbangkan banyak hal mulai dari peningkatan lifting minyak, pengembangan energi baru dan terbarukan, sampai peralihan ke sumber energi alternatif.
Menurut Prasetyo, Indonesia punya potensi besar dalam energi surya karena letak geografisnya di khatulistiwa. Hal ini jadi salah satu fokus kebijakan energi ke depan.
“Bagaimana kita memikirkan energi baru terbarukan, bagaimana kemudian kita juga berpikir untuk beralih ke sumber-sumber energi yang lain,” katanya.
Untuk target DEN, Presiden sudah menetapkan sasaran jangka pendek, termasuk meningkatkan lifting minyak nasional untuk memperkuat ketahanan energi dalam negeri dan mendorong pola konsumsi energi menuju biofuel dan biosolar.
Prasetyo menekankan bahwa program ini strategis karena sektor energi butuh waktu panjang untuk menyeimbangkan kebutuhan nasional dan produksi dalam negeri.
“Itulah yang ingin dipercepat dengan segera dilantiknya Dewan Energi Nasional ini,” pungkasnya.
Sumber: ANTARA