IHSG Kembali Trading Halt, Purbaya: Efek Shock Sementara

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penghentian sementara perdagangan atau trading halt Indeks Harga Saham Gabungan yang kedua kalinya cuma efek kejut sementara di pasar. Ia memprediksi tekanan ini akan berlangsung singkat, sekitar dua hingga tiga hari saja.

"Ini mungkin orang shock akan possibility. Kita pasarnya dianggap pasar frontier level. Tapi saya kira enggak akan turun ke sana karena fondasi kita bagus," kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis.

Menurut Purbaya, gejolak pasar saham tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Ia juga menyoroti pergerakan saham spekulatif yang sejak lama sudah diingatkan untuk dibersihkan dari bursa.

"Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya sudah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan kan. Tapi yang (saham) besar-besar kan masih ada, yang saham-saham blue chip. Kalau anda takut lari aja ke situ," ujar dia.

Pada Kamis pagi, PT Bursa Efek Indonesia sempat menghentikan sementara perdagangan saham pukul 09.26 WIB setelah IHSG turun hingga 8 persen atau 665,89 poin ke level 7.654,66. Perdagangan dilanjutkan kembali pukul 09.56 WIB tanpa mengubah jadwal sesi.

Purbaya mengatakan tekanan pasar terutama dipicu sentimen terkait evaluasi indeks oleh MSCI terhadap transparansi bursa Indonesia. Beberapa catatan yang disampaikan MSCI akan ditindaklanjuti Otoritas Jasa Keuangan sebagai pengawas.

Meski IHSG sempat mengalami trading halt dua kali, Purbaya tetap optimistis kinerja indeks saham domestik akan membaik dan bisa menembus level 10.000 pada akhir 2026.

"Optimistis (IHSG) 10.000. Enggak usah takut," ujar Purbaya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka