Kalau ke bond kan, saya bayar bunga uang yang dulunya punya saya juga. Kalau Danantara bikin BUMN langsung akan menggerakkan ekonomi
Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pembentukan BUMN baru PT Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas oleh Danantara lebih menguntungkan pemerintah dibandingkan menempatkan dana kelolaannya di obligasi negara.
Menurut Purbaya, investasi lewat pembentukan BUMN memberi dampak ekonomi yang nyata sekaligus mengurangi beban pembayaran bunga dari penjualan obligasi.
"Kan Danantara punya uang banyak. Dia punya kalau DIM-nya (Danantara Investment Management) itu saya ingat tahun ini punya Rp166 triliun mau diinvestasikan di bond. Artinya masih banyak ruang bergerak. Bond pemerintah lagi," kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan jika Danantara membeli obligasi pemerintah, pemerintah tetap harus membayar kupon atau bunga atas dana itu. Sebaliknya, pembentukan PT Perminas langsung menggerakkan ekonomi secara nyata.
"Iyalah (lebih untung). Kalau (investasi) ke bond kan, saya bayar bunga untuk uang yang dulunya punya saya juga. Kalau dia (Danantara) bikin BUMN kan langsung akan menggerakkan ekonomi. Justru itu yang diharapkan dari Danantara," ujarnya.
Sebelumnya, Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyebut tambang emas Martabe yang sebelumnya dikelola PT Agincourt Resources akan dialihkan ke BUMN baru, yakni PT Perminas.
“Ke Perminas. Jadi ada Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) yang baru kami bentuk,” kata Dony usai acara “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia” di Jakarta, Rabu (29/1).
Dony menambahkan Perminas berbeda dari holding tambang MIND ID dan pengalihan ini dilakukan agar aset dan bisnis tambang berada langsung di bawah struktur Danantara.
Sumber: ANTARA