Kami itu ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji, bukan orang-orang yang nebeng naik haji. Karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim
Jakarta (KABARIN) - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, kembali menekankan bahwa peran petugas haji adalah melayani jamaah, bukan hanya ikut berhaji tanpa bertugas.
“Kami itu ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji, bukan orang-orang yang nebeng naik haji. Karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim,” ujar Wamenhaj Dahnil saat pengukuhan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat.
Para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah menjalani pelatihan 20 hari secara langsung di Asrama Haji, kemudian dilanjutkan dengan diklat daring selama 10 hari.
Dahnil menyebut latar belakang petugas tahun ini beragam, mulai dari dokter, aparat keamanan, jurnalis, hingga akademisi, tapi semuanya harus menjalankan tugas di bawah satu tujuan sebagai petugas haji.
Setiap petugas diharuskan menanggalkan identitas pribadi selama bertugas, tidak ada perlakuan istimewa, semuanya setara. “Nah kita harapkan dengan pola ini kita bisa menjawab kritik publik selama ini untuk menghindari ada orang-orang yang nebeng naik haji,” katanya.
Pendidikan semi-militer diterapkan agar petugas lebih kompak, disiplin, dan tugas di Tanah Suci bisa berjalan lancar.
“Jadi jangan kemudian mereka memposisikan diri sebagai jamaah. Karena banyak yang terjadi sebelum-sebelumnya, petugas haji itu jadi minta dilayani malah,” kata Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak.
Sumber: ANTARA