Rupiah Melemah Akibat Ketegangan yang Terjadi di Timur Tengah

waktu baca 3 menit

Pemerintahan Trump akan menjamu pejabat senior pertahanan dan intelijen dari Israel dan Arab Saudi untuk pembicaraan terpisah tentang Iran minggu ini di Washington..,

Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat, bergerak melemah 31 poin atau 0,18 persen menjadi Rp16.786 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.755 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah diakibatkan ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

“Ketegangan memanas di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu (28/1) mendesak Iran untuk duduk di meja perundingan dan membuat kesepakatan tentang senjata nuklir atau menghadapi serangan AS, yang memicu ancaman dari Tehran untuk membalas dengan keras,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Mengutip Sputnik-OANA, Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan pilihan untuk melancarkan serangan dahsyat terhadap Iran setelah pembicaraan terkait program nuklir Tehran gagal.

Opsi yang saat ini sedang dipertimbangkan Trump termasuk serangan udara terhadap para pemimpin dan pejabat keamanan Iran, serta serangan terhadap fasilitas nuklir dan lembaga pemerintah, yang diiringi armada militer besar tengah bergerak menuju Iran agar Tehran kembali ke meja perundingan.

Sebagaimana laporan Anadolu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menanggapi bahwa Trump mungkin dapat memicu perang namun tidak akan mampu mengendalikan bagaimana perang tersebut berakhir.

Ia menegaskan Tehran tetap terbuka untuk berunding, tetapi hanya jika perundingan itu sungguh-sungguh dan tidak dipaksakan dengan kekuatan.

Ia menegaskan, Iran tidak akan terlibat dalam perundingan tanpa manfaat nyata. Ghalibaf mengatakan, selama kepentingan ekonomi rakyat Iran tidak dijamin, maka tidak akan ada perundingan. Ia juga menekankan bahwa Iran tidak menganggap 'mendikte' sebagai bentuk negosiasi.

Ghalibaf memperingatkan bahwa pembicaraan yang dilakukan di bawah tekanan militer justru akan memperburuk ketegangan. Menurutnya, perundingan dalam bayang-bayang perang hanya akan memicu eskalasi.

“Pemerintahan Trump akan menjamu pejabat senior pertahanan dan intelijen dari Israel dan Arab Saudi untuk pembicaraan terpisah tentang Iran minggu ini di Washington, menurut dua orang yang mengetahui masalah tersebut. Pejabat AS mengatakan Trump sedang meninjau opsi-opsinya tetapi belum memutuskan apakah akan menyerang Iran,” kata Ibrahim.

Sentimen terhadap rupiah juga berasal dari wacana mantan gubernur Fed, Kevin Warsh, menempati posisi sebagai ketua bank sentral tersebut, menggantikan Jerome Powell.

Warsh, yang kalah dari Powell untuk posisi puncak Fed pada tahun 2017, cenderung mendukung seruan Trump untuk pemotongan suku bunga yang lebih agresif oleh Fed.

“Namun, potensi nominasi Warsh muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar atas independensi Fed, di tengah seruan berulang dari Trump agar bank sentral memangkas suku bunga secara tajam,” ujar dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.796 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.786 per dolar AS.

Baca juga: IHSG Menguat Jelang Akhir Pekan di Tengah Pelemahan Bursa Kawasan Asia

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka