Jakarta (KABARIN) - Pelatih timnas futsal Irak Joao Carlos menilai laga melawan Iran jadi kesempatan terbaik bagi timnya untuk mencetak sejarah. Irak dijadwalkan bertemu Iran pada semifinal Piala Asia Futsal 2026 yang digelar di Indonesia Arena Jakarta Kamis 5 Februari pukul 15.00 WIB.
"Betul Iran adalah tim yang sangat kuat, tapi kami harus percaya bisa meraih kemenangan. Kami percaya ini adalah momen yang tepat untuk menang di semifinal," kata Carlos saat jumpa pers jelang pertandingan Rabu.
Iran dikenal sebagai kekuatan utama futsal Asia. Tim ini sudah mengoleksi 13 gelar dari 17 edisi Piala Asia Futsal sejak pertama kali digelar pada 1999 di Malaysia. Dari total keikutsertaan tersebut Iran hanya dua kali gagal melangkah ke final.
Dominasi itu juga tercermin di level dunia. Saat ini Iran menempati peringkat lima dunia FIFA, hanya berada di bawah Brasil Portugal Spanyol dan Argentina.
Sementara itu Irak datang dengan status non unggulan. Berada di peringkat 37 dunia Irak baru dua kali mencapai semifinal sepanjang keikutsertaannya di Piala Asia Futsal. Sebelum edisi 2026 di Indonesia pencapaian serupa terakhir mereka raih delapan tahun lalu di Taiwan.
Carlos menegaskan timnya tidak datang tanpa persiapan. Ia menyebut Irak sudah menyiapkan pendekatan khusus untuk meredam permainan Iran.
"Kami menyiapkan taktik dan teknik lawan Iran. Tentu kami akan jadi tim yang kuat juga karena ini sudah semifinal," ujarnya.
Langkah Irak ke semifinal terbilang meyakinkan. Mereka meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang sejak fase grup. Kirgizstan dan Korea Selatan berhasil dikalahkan sementara laga melawan tuan rumah Indonesia berakhir imbang. Di perempat final Irak menyingkirkan Thailand dengan skor 4-2.
Pelatih asal Brasil itu juga menaruh perhatian besar pada aspek mental pemainnya.
"Kami memelihara pola pikir pemain tetap bagus. Kami menunjukkan cara mereka bermain. Sangat penting bagi pemain untuk menjaga konsentrasi selama pertandingan," kata Carlos.
Ia menambahkan pengalaman bermain di hadapan publik tuan rumah saat melawan Indonesia menjadi pelajaran penting bagi timnya.
"Kami sudah pernah melawan Indonesia dengan stadion yang penuh dan itu memengaruhi konsentrasi. Tapi pemain paham yang harus dilakukan agar tidak kehilangan konsentrasi," ucapnya.
Senada dengan sang pelatih pemain Irak Salim Faisal menyebut target timnya jelas yakni menjadi juara.
"Kami punya target menjuarai turnamen ini. Secara teknik dan taktik kami sudah siap. Insyaallah kami akan menang di pertandingan ini," katanya.
Sumber: ANTARA