Beijing (KABARIN) - Pemerintah China makin serius membersihkan praktik korupsi, terutama yang berkaitan dengan penyalahgunaan jabatan. Sepanjang satu tahun terakhir, penindakan difokuskan ke sektor-sektor strategis yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.
Kejaksaan Agung Rakyat China mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga November 2025, lebih dari 7.800 orang didakwa karena kasus kejahatan jabatan. Mereka berasal dari berbagai bidang penting seperti keuangan, badan usaha milik negara, energi, hingga sektor konstruksi.
Tak hanya itu, penegakan hukum juga menyasar sektor pelayanan publik. Lebih dari 4.100 orang diproses secara hukum atas dugaan penyalahgunaan wewenang di bidang kesehatan dan pendidikan, sektor yang dinilai krusial bagi kepentingan masyarakat luas.
Secara keseluruhan, dalam 11 bulan pertama 2025, jaksa di China telah menuntut lebih dari 26.000 orang dalam kasus kejahatan terkait jabatan. Angka ini melonjak sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Upaya pemberantasan korupsi juga dilakukan lintas negara. Sepanjang periode tersebut, sebanyak 12 tersangka yang sempat kabur ke luar negeri berhasil dipulangkan ke China, baik melalui bujukan, pemulangan sukarela, maupun ekstradisi.
Selain itu, aparat penegak hukum China juga menerbitkan perintah penangkapan terhadap 23 buronan yang diduga terlibat kasus kejahatan jabatan dan masih dalam pelarian. Langkah ini menegaskan komitmen China untuk menindak tegas korupsi tanpa pandang bulu.
Sumber: Xinhua