AS Gagas Zona Dagang Mineral Kritikal untuk Saingi China

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Pemerintahan Presiden Donald Trump berencana membentuk zona perdagangan khusus untuk mineral kritis bersama negara-negara sekutu guna melindungi pasar domestik dari produk impor bersubsidi besar-besaran.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan hal ini pada Rabu, meski tidak menyebut nama secara langsung, fokus utama pertemuan itu adalah China sebagai produsen mineral kritis terbesar di dunia.

Di hadapan delegasi lebih dari 50 negara, Vance menjelaskan bahwa Amerika Serikat tengah membangun kesepakatan untuk menciptakan zona tersebut agar bisa “mengatasi masalah masuknya mineral kritis murah ke pasar kami yang melemahkan produsen dalam negeri.”

Pernyataan itu tampaknya merujuk pada praktik perdagangan China yang sering dikritik AS dan sekutunya.

“Pemerintahan Trump mengusulkan mekanisme konkret untuk mengembalikan pasar global mineral kritis ke kondisi yang lebih sehat dan kompetitif, yakni zona perdagangan preferensial untuk mineral kritis yang terlindungi dari gangguan eksternal melalui penetapan batas harga minimum yang dapat ditegakkan,” kata Vance.

Dalam pertemuan menteri di Washington, Vance menambahkan bahwa AS akan menetapkan harga acuan mineral kritis di setiap tahap produksi dengan patokan yang mencerminkan harga pasar wajar.

“Bagi negara-negara anggota zona preferensial, harga referensi ini akan berfungsi sebagai batas bawah harga, yang dipertahankan melalui tarif yang dapat disesuaikan untuk memastikan integritas harga,” ujarnya.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka