BPS: Jumlah Pekerja di RI Tembus 147,91 Juta, Pengangguran Turun

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk bekerja di Indonesia mencapai 147,91 juta orang pada November 2025. Angka ini naik 1,37 juta orang dibandingkan Agustus 2025, sementara tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun 0,11 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan kenaikan ini terjadi seiring bertambahnya angkatan kerja dan menurunnya pengangguran dalam tiga bulan terakhir.

“Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 tercatat sebesar 4,74 persen atau turun sekitar 0,11 persen,” kata Amalia.

Jumlah penduduk usia kerja pada November 2025 tercatat 218,85 juta orang, naik 0,681 juta orang dibanding Agustus. Dari jumlah itu, angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang atau bertambah 1,262 juta orang, sementara bukan angkatan kerja turun menjadi 63,58 juta orang.

Dari total angkatan kerja, 147,91 juta orang telah bekerja dan 7,35 juta orang masih menganggur, turun 0,109 juta orang dibanding Agustus 2025. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) naik menjadi 70,95 persen, lebih tinggi dibanding Agustus yang sebesar 70,59 persen.

BPS juga mencatat jumlah pekerja penuh meningkat menjadi 100,49 juta orang atau naik 1,85 juta orang. Sementara itu, pekerja paruh waktu tercatat 35,8 juta orang dan setengah pengangguran 11,55 juta orang, keduanya menurun.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar diikuti perdagangan dan industri pengolahan.

“Hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali aktivitas jasa lainnya dan pengadaan listrik, dan gas,” ujar Amalia.

Sektor dengan kenaikan tenaga kerja tertinggi antara Agustus sampai November 2025 adalah akomodasi dan makanan minuman yang naik 0,381 juta orang. Industri pengolahan bertambah 196 ribu orang dan perdagangan meningkat 168 ribu orang.

Berdasarkan status pekerjaan, 38,81 persen dari total penduduk bekerja berstatus buruh, karyawan, atau pegawai. Kelompok ini juga mencatat penambahan terbesar, sekitar 625 ribu orang dalam tiga bulan terakhir.

“Jumlah penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri mengalami penurunan yakni sebesar 0,68 juta orang,” tambah Amalia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka