Permintaan Emas Dunia Tahun Lalu Capai Rekor 5.002 Ton

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - World Gold Council atau WGC mengungkapkan bahwa total permintaan emas global pada 2025 menyentuh angka fantastis 5.002 ton, rekor tertinggi sepanjang sejarah.

"Kuartal keempat yang memecahkan rekor menjadi penutup bagi tahun yang sangat kuat, seiring berlanjutnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang mendorong lonjakan investasi emas dengan nilai tahunan mencapai 555 miliar dolar AS," kata Head of Asia-Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks WGC Shaokai Fan dalam rilis resmi di Jakarta, Jumat.

Permintaan emas untuk investasi menjadi pendorong utama, mencapai 2.175 ton, sementara investor global berbondong-bondong masuk ke ETF emas dengan total tambahan 801 ton sepanjang tahun.

Emas batangan dan koin juga laris manis dengan permintaan global 1.374 ton atau setara 154 miliar dolar AS, didorong terutama oleh Tiongkok dan India yang masing-masing naik 28 persen dan 17 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di Indonesia, permintaan emas konsumen tercatat 48,2 ton pada 2025 atau naik 2 persen dibanding tahun sebelumnya. Tren menunjukkan minat yang meningkat ke arah produk investasi, dengan emas batangan dan koin melonjak 29 persen menjadi 31,6 ton karena kebutuhan perlindungan nilai kekayaan di tengah fluktuasi ekonomi dan terbatasnya daya tarik aset alternatif.

"Di Indonesia, kami melihat pergeseran yang jelas menuju pola pikir investasi yang lebih strategis. Alih-alih menjual emas yang dimiliki, banyak konsumen memilih untuk menggunakannya sebagai agunan untuk mengakses likuiditas melalui mekanisme gadai," ungkap Shaokai.

Permintaan perhiasan global memang turun 18 persen dibanding 2024, namun nilai totalnya tetap naik 18 persen menjadi 172 miliar dolar AS. Di Tanah Air, permintaan perhiasan menurun 27 persen menjadi 16,6 ton karena tekanan harga dan daya beli, tapi belanja konsumen untuk perhiasan justru naik 5 persen. Konsumen Indonesia semakin memilih emas kadar rendah agar tetap bisa membeli di tengah kenaikan harga.

Untuk pasokan emas, WGC mencatat rekor baru dengan produksi tambang 3.672 ton dan peningkatan daur ulang 3 persen. Namun banyak investor dan rumah tangga tetap menyimpan emasnya daripada menjual, menunjukkan kepercayaan tinggi pada nilai jangka panjang.

"Likuiditas rumah tangga yang meningkat pada periode Idul Fitri, didukung oleh tunjangan hari raya (THR) serta praktik pemberian hadiah dalam tradisi budaya mendorong pembelian emas sebagai sarana tabungan jangka panjang dan transfer kekayaan, sehingga daya tarik emas tetap terjaga terlepas dari fluktuasi harga," tambah Shaokai.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka