Lubuk Basung (KABARIN) - Kabar baik datang dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Setelah sempat lumpuh akibat banjir bandang, akses penghubung masyarakat di Jorong Pauah Taruno kini hampir kembali normal. Tentara Nasional Indonesia (TNI) merampungkan pembangunan jembatan armco yang rencananya akan diresmikan pada 23 Februari 2026.
Jembatan yang berdiri di atas Sungai Sapek, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya itu dibangun dengan panjang dan lebar masing-masing enam meter. Progresnya sudah mencapai 90 persen.
Komandan Kodim 0304/Agam, Slamet Dwi Santoso, menyebut pengerjaan dilakukan hanya dalam waktu 12 hari. Puluhan anggota TNI turun langsung ke lapangan, bergotong royong bersama masyarakat setempat.
“Dengan semangat kebersamaan antara TNI, masyarakat, dan pemerintah nagari, pembangunan bisa berjalan cepat tanpa kendala berarti,” ujarnya saat meninjau lokasi di Lubuk Basung.
Akses Vital yang Sempat Terputus
Jembatan sebelumnya rusak akibat banjir bandang pada 27 November 2025. Kerusakan tersebut membuat aktivitas warga terganggu, terutama dalam membawa hasil perkebunan dan akses anak-anak menuju sekolah. Mereka terpaksa memutar jauh ke jalur lain.
Anggota DPRD Agam, Alber, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan armco menjadi solusi cepat untuk memulihkan mobilitas warga antarnagari.
Kini, harapan masyarakat mulai kembali tumbuh seiring rampungnya pembangunan. Wali Jorong Ambacang, Iswandi, menyampaikan rasa terima kasih atas kerja cepat TNI dan dukungan DPRD Agam.
Gotong Royong yang Menguatkan
Menariknya, proyek ini bukan hanya tentang konstruksi baja dan rangka armco. Ada semangat gotong royong yang terasa kuat. Warga turut membantu proses pembangunan, bahkan menyediakan konsumsi harian bagi para pekerja.
Dalam situasi pascabencana, kolaborasi seperti ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur bukan sekadar bangunan fisik—tetapi juga simbol kebersamaan.
Jika sesuai rencana, peresmian pada 23 Februari 2026 akan menjadi penanda pulihnya akses vital warga Nagari Koto Malintang. Sebuah jembatan yang tak hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga mempererat solidaritas masyarakatnya.
Sumber: ANTARA