Serangan Udara Pakistan ke Afghanistan Picu Ancaman Balasan

waktu baca 3 menit

Istanbul/Karachi (KABARIN) - Jet-jet tempur Pakistan melancarkan serangan udara di wilayah timur dan tenggara Afghanistan, Minggu (22/2) dini hari, menargetkan lokasi yang disebut sebagai tempat persembunyian militan, sementara otoritas Afghanistan melaporkan jatuhnya korbanwarga sipil dan berjanji akan melakukan pembalasan.

Melalui platform media sosial X, Kementerian Penerangan Pakistan menyatakan serangan lintas batas itu menghantam "tujuh kamp dan tempat persembunyian teroris" yang disebut milik Taliban Pakistan dan kelompok ISIS Khorasan.

Kementerian itu menyatakan memiliki "bukti kuat" bahwa serangan bom bunuh diri baru-baru ini, termasuk satu di ibu kota Islamabad, direncanakan dan dilancarkan dari wilayah Afghanistan.

Menteri Negara Urusan Dalam Negeri Pakistan Talal Chaudhry mengatakan kepada stasiun televisi Geo News bahwa sedikitnya 70 "teroris" tewas dalam serangan tersebut, mengutip laporan awal.

Kementerian Pertahanan Afghanistan dalam pernyataan yang diunggah di X mengatakan bahwa "respons yang tepat dan terukur" akan diambil pada waktu yang sesuai.

Kementerian Luar Negeri Afghanistan memanggil Duta Besar Pakistan untuk Kabul Ubaid Ur Rehman Nizamani dan menyerahkan nota protes atas serangan udara tersebut.

Media Afghanistan Tolo News melaporkan bahwa serangan udara menghantam distrik Khogyani, Ghani Khel, dan Behsud di Provinsi Nangarhar, serta distrik Barmal dan Urgun di Provinsi Paktika. Mengutip sumber setempat, media itu menyebut warga sipil termasuk di antara mereka yang menjadi sasaran.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Enayatullah Khwarazmi dan juru bicara pemerintah Zabihullah Mujahid mengatakan serangan tersebut menewaskan dan melukai puluhan perempuan dan anak-anak.

Pakistan dalam beberapa tahun terakhir mengalami lonjakan kekerasan militan, yang sebagian besar dituding dilakukan oleh Taliban Pakistan dan kelompok separatis terlarang, Baloch.

Islamabad menuduh Taliban Pakistan beroperasi dari Afghanistan, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh pemerintah Afghanistan yang dipimpin Taliban di Kabul.

Hubungan kedua negara bertetangga itu tegang sejak bentrokan mematikan pada Oktober lalu. Gencatan senjata yang dimediasi Qatar sebagian besar bertahan, tetapi pembicaraan lanjutan di Istanbul gagal menghasilkan kesepakatan resmi.

Pakistan juga menuduh India memfasilitasi serangan teror di wilayahnya melalui perbatasan Afghanistan yang rawan, tuduhan yang dibantah New Delhi.

Kementerian Luar Negeri India mengutuk serangan pada Minggu di Afghanistan dan menyatakan bahwa serangan tersebut mengakibatkan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dan dilakukan pada bulan suci Ramadan.

“India menegaskan kembali dukungannya terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan kemerdekaan Afghanistan,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Suriah Minta Bashar Al-Assad Dipulangkan untuk Diadili

Baca juga: AS Kerahkan Armada Militer ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran

Sumber: Anadolu_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka