Istanbul (KABARIN) - Sejumlah aktivis internasional menyiapkan misi flotilla baru untuk membantu warga Palestina, dengan jadwal pelayaran dari Barcelona pada April mendatang.
"Freedom and Resilience Flotilla akan berlayar dari Barcelona pada 12 April," kata penyelenggara misi kemanusiaan itu.
Rencananya, flotilla ini akan mengerahkan sekitar 100 kapal yang membawa aktivis dari 150 negara. Selama perjalanan, mereka akan singgah di pelabuhan-pelabuhan di Italia, Tunisia, dan beberapa lokasi lain di Laut Mediterania sebelum akhirnya tiba di Gaza.
Misi ini merupakan kelanjutan dari flotilla bantuan kemanusiaan sebelumnya yang pada Oktober 2025 sempat dicegat oleh pasukan Zionis Israel. Aktivis yang ditangkap saat itu kemudian dideportasi.
Kementerian Luar Negeri Turki mengecam tindakan Israel tersebut sebagai "tindak pembajakan" dan menegaskan bahwa serangan terhadap aktivis damai merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Dilek Tekocak, juru bicara aktivis Turki, mengatakan dalam konferensi pers di Istanbul, Rabu, bahwa situasi kemanusiaan di Gaza masih sangat kritis meski ada gencatan senjata, dengan 477 warga Palestina tewas sepanjang periode tersebut.
"Misi ini bukan hanya merupakan kampanye bantuan kemanusiaan yang dilangsungkan setelah mekanisme internasional yang ada terbukti gagal. Misi ini juga merupakan perlawanan sipil secara damai terhadap blokade ilegal pada taraf global," ujar Tekocak.
Sementara itu, otoritas kesehatan di Gaza memperkirakan jumlah korban tewas sejak Oktober 2023 telah lebih dari 72.000 orang, dengan korban luka diperkirakan melebihi 171.000 orang.
Sumber: SPU