Pemkot Jakut Gelar Pasar Murah Ramadhan untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara (Jakut) menghadirkan Bazar dan Pasar Murah Ramadhan 1447 Hijriah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli warga selama bulan puasa.

“Kegiatan Pasar Murah dan Bazar Ramadhan ini juga menggerakkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) selama bulan suci,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Utara Wawan Budi Rohman di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, Bazar dan Pasar Murah Ramadhan merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman selama bulan puasa.

“Kami ingin memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar,” ujar Wawan.

Dia mengatakan kegiatan tersebut juga berkolaborasi dengan BUMD pangan dan melibatkan UMKM.

“Kegiatan ini tidak hanya menekan gejolak harga, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal,” tutur Wawan.

Dalam kegiatan itu, dia menyebutkan Pemkot Jakarta Utara bekerja sama dengan dua BUMD pangan, yakni Food Station dan Dharma Jaya sehingga distribusi pangan bersubsidi dapat merata dan menjangkau lebih banyak warga.

Dia pun berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan selama Ramadhan.

Lebih lanjut, dia mengatakan kegiatan pasar murah yang diadakan pada 2-3 Maret 2026 itu direncanakan hadir kembali pada 9 Maret 2026.

Melalui kegiatan itu, masyarakat diharapkan dapat memperoleh sembako dengan harga yang lebih rendah dari pasaran, termasuk pasokan ayam utuh yang dijual Rp36 ribu dan daging sapi Rp135 ribu per kilogram.

“Harga tersebut dinilai masih relatif normal di tengah tren kenaikan harga daging menjelang Ramadhan,” ungkap Wawan.

Pasar Murah Ramadan dan bazar takjil itu berlangsung di Halaman Plaza Barat, Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

“Kegiatan ini melibatkan delapan pelaku UMKM yang setiap harinya bergantian berjualan sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil yang mendapat kesempatan berpartisipasi,” tutur Wawan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka