Jakarta (KABARIN) - Apa yang kamu lakukan di pagi hari ternyata bukan sekadar rutinitas biasa. Kebiasaan sejak bangun tidur bisa sangat menentukan suasana hati, fokus, hingga tingkat stres sepanjang hari.
Dilansir dari Hindustan Times, Selasa (3/3) waktu setempat, psikiater berpengalaman lebih dari dua dekade, Daniel Gregory Amen, membagikan sejumlah kebiasaan sederhana yang bisa membantu menjaga kesehatan mental sejak pagi.
Menurut Dr. Amen, kunci memulai hari dengan baik bukan hanya soal kesiapan mental, tapi juga bagaimana tubuh ikut “diaktifkan” melalui kebiasaan fisik ringan.
Ia menekankan bahwa aktivitas sederhana seperti mendapatkan paparan sinar matahari, mencukupi kebutuhan cairan, hingga bergerak ringan bisa memberi dorongan energi bagi otak dan tubuh.
“Bangun pola pikir. Pergilah ke luar rumah, kecuali jika cuaca sangat dingin, dan dapatkan sinar matahari. Lakukan jalan kaki singkat untuk meningkatkan metabolisme. Minum segelas besar air. Tambahkan setengah buah lemon ke dalamnya. Itu membantu mendetoksifikasi tubuh,” kata Daniel.
Paparan sinar matahari di pagi hari diketahui membantu mengatur ritme sirkadian tubuh atau jam biologis alami, yang berperan besar dalam kualitas tidur dan stabilitas suasana hati. Sementara itu, hidrasi setelah bangun tidur membantu tubuh kembali aktif setelah berjam-jam tidak mendapatkan asupan cairan.
Selain aktivitas fisik ringan, nutrisi juga menjadi bagian penting dalam rutinitas pagi. Dr. Amen mengungkapkan bahwa ia hampir selalu memulai hari dengan makanan tinggi protein dan lemak sehat.
“Bagi saya, saya suka tiga butir telur, lalu membuat protein shake sedikit lebih siang. Saya penggemar puasa intermiten, jadi memberi jeda 12, 14, atau 16 jam antar waktu makan, sehingga sarapan lebih siang tidak masalah,” imbuh dia.
Menurutnya, pola makan yang tepat di pagi hari dapat membantu menjaga kestabilan energi sekaligus mendukung fungsi otak agar tetap optimal sepanjang aktivitas.
Lebih dari sekadar rutinitas, Dr. Amen juga menyarankan untuk membangun kesadaran terhadap kesehatan otak setiap hari. Ia mengajak siapa pun untuk mulai membiasakan refleksi sederhana sebelum melakukan sesuatu.
“Selalu tanyakan pada diri sendiri, pertanyaan ini: Apakah ini baik untuk otak saya atau buruk untuknya?” tambah dia.
Sumber: Hindustan Times