Infeksi Jantung pada Anak Bisa Berisiko Picu Komplikasi Serius

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Infeksi jantung pada anak bukan kondisi yang bisa dianggap sepele. Jika terlambat dikenali dan ditangani, penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi serius yang dapat memengaruhi kesehatan anak hingga jangka panjang.

Dokter spesialis anak yang juga anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp. Kardio (K), menjelaskan bahwa infeksi jantung pada anak umumnya terjadi akibat kuman yang menyerang organ jantung.

Selain karena infeksi langsung, kondisi ini juga bisa muncul ketika sistem kekebalan tubuh memberikan respons berlebihan setelah terjadi infeksi tertentu. Dalam kasus tersebut, antibodi yang seharusnya melawan kuman justru berbalik menyerang jaringan jantung.

Menurut Sarah, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena jantung merupakan organ vital yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh dan menjaga berbagai organ tetap bekerja dengan baik.

"Bila (infeksi) terlambat dikenali dampaknya bisa membuat sifatnya komplikasi yang berkelanjutan, terutama bila mengenai katup atau fungsi jantung sehingga bisa menyebabkan gejala, misalnya gagal jantung di usia muda, bahkan pada anak-anak, pada bayi,” kata Sarah.

Ia menjelaskan ada empat jenis penyakit yang berkaitan dengan infeksi jantung pada anak yang perlu diwaspadai, yaitu perikarditis, miokarditis, endokarditis, dan rheumatic heart disease (RHD) atau penyakit jantung reumatik yang berawal dari demam reumatik akut.

Perikarditis merupakan infeksi yang menyerang lapisan terluar jantung, sedangkan miokarditis terjadi pada otot jantung. Sementara itu, endokarditis menyerang lapisan terdalam jantung. Ketiga kondisi tersebut terjadi akibat infeksi yang langsung mengenai bagian-bagian jantung.

Berbeda dengan itu, penyakit jantung reumatik tidak terjadi karena infeksi langsung pada jantung. Penyakit ini biasanya muncul setelah tubuh mengalami infeksi tertentu yang memicu respons imun berlebihan.

Akibatnya, sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sehat, termasuk katup jantung. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada katup jantung jika tidak ditangani dengan baik.

Sarah mengatakan bahwa infeksi jantung pada anak bisa bermula dari masalah kesehatan yang tampak ringan, seperti infeksi kulit atau infeksi lainnya. Pada anak yang memiliki daya tahan tubuh rendah, infeksi tersebut berpotensi menyebar dan memengaruhi organ-organ penting, termasuk jantung.

Selain itu, penyakit jantung reumatik juga dapat dipicu oleh radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus grup A yang tidak diobati secara tuntas.

Karena itu, orang tua diimbau untuk tidak mengabaikan infeksi yang dialami anak, meskipun terlihat ringan. Penanganan yang tepat sejak awal dapat membantu mencegah infeksi berkembang menjadi masalah yang lebih serius dan mengurangi risiko komplikasi pada jantung.

Deteksi dini dan pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung anak, terutama jika muncul gejala yang tidak biasa setelah mengalami infeksi.

Baca juga: Kurang Tidur Bisa Berisiko Sebabkan Stroke Ringan

Baca juga: Ternyata Masalah Gigi Bisa Pengaruhi Kesehatan Jantung Anak

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka