Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis mata Tri Wahyu menekankan pentingnya perlindungan mata dari paparan sinar ultraviolet (UV), terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UV dapat membantu melindungi area mata, termasuk kelopak mata, dari risiko kerusakan jangka panjang akibat sinar matahari.
“Kalau kita aktivitas di ruang terbuka yang terkena sinar matahari lama, sunscreen protection itu perlu, tidak cuma untuk perempuan, tapi laki-laki juga perlu,” ujar Tri Wahyu dalam diskusi di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan, kacamata hitam bukan hanya berfungsi untuk kenyamanan, tetapi juga sebagai pelindung dari risiko penyakit serius, termasuk tumor pada kelopak mata.
Menurutnya, paparan sinar matahari yang terjadi terus-menerus dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko karsinoma sebasea, yaitu salah satu jenis tumor ganas yang menyerang kelenjar minyak pada kulit kelopak mata.
Tri Wahyu menjelaskan, kanker jenis ini sering kali muncul dengan gejala awal yang mirip bintitan, seperti benjolan kecil, kemerahan, dan pembengkakan di kelopak mata. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai infeksi biasa.
“Namun dengan tindakan, dengan obat-obatan, dia tidak responsif dan memberikan hasil yang buruk, makanya curiga ke arah keganasan,” katanya.
Selain karsinoma sebasea, ia juga menyebut jenis kanker kulit lain seperti karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa yang juga dapat menyerang area sekitar mata.
Tri Wahyu menambahkan, sebagian besar kasus tumor kelopak mata dapat ditangani melalui tindakan operasi pengangkatan tumor yang kemudian dilanjutkan dengan rekonstruksi area yang terdampak.
Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua benjolan di kelopak mata bersifat ganas. Kondisi seperti hordeolum (bintitan) biasanya disebabkan infeksi kelenjar di tepi kelopak mata, sedangkan kalazion terjadi akibat penyumbatan kelenjar minyak.
Kedua kondisi tersebut umumnya dapat ditangani dengan antibiotik, obat tetes atau salep, serta kompres hangat secara rutin.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan jika benjolan tidak membaik dengan pengobatan standar, karena bisa menjadi tanda awal kondisi yang lebih serius.
Tri Wahyu juga menyebutkan bahwa tumor kelopak mata memang relatif jarang, namun tetap menyumbang sekitar 5 hingga 10 persen dari seluruh kasus kanker kulit.
Menurutnya, risiko lebih tinggi umumnya dialami oleh individu berkulit terang, meskipun orang berkulit sawo matang seperti di Asia tetap tidak sepenuhnya kebal terhadap paparan sinar UV jangka panjang.
Sumber: ANTARA