"Tadi 13.30 WIB di-WA (WhatsApp) oleh Protokol. Ada agenda bersama Presiden katanya. Tapi saya belum tahu agendanya. Terus terang benar-benar belum tahu,"
Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto memanggil mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan yang kini menjabat Komisaris PT Pertamina (Persero) Hasan Nasbi ke Istana Kepresidenan, Kamis sore untuk menghadiri agenda pertemuan bersama Kepala Negara.
Hasan Nasbi, yang tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.00 WIB mengaku belum mengetahui secara pasti agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Undangan untuk menghadiri agenda bersama Presiden diterimanya pada hari yang sama melalui pesan dari pihak protokol.
"Tadi 13.30 WIB di-WA (WhatsApp) oleh Protokol. Ada agenda bersama Presiden katanya. Tapi saya belum tahu agendanya. Terus terang benar-benar belum tahu," kata Hasan menjawab pertanyaan wartawan.
Dia mengatakan belum mendapat penjelasan mengenai kapasitas kehadirannya dalam pertemuan itu maupun topik yang akan dibicarakan.
Sebelumnya, Hasan juga pernah menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, Senin (9/3) malam.
Dalam pertemuan itu, dia menyebut hanya mengikuti jalannya rapat dan mendengarkan pembahasan yang disampaikan para menteri.
Menurut dia, rapat sebelumnya membahas berbagai kondisi terkini, termasuk situasi global seperti konflik di luar negeri serta langkah yang perlu disiapkan Indonesia agar tidak terjebak dalam krisis.
"Topik-topik kondisi terkini saja. Kan kita ada, lagi di luar lagi ada perang, terus bagaimana Indonesia menyikapinya supaya kita tidak terjebak ke dalam krisis, bagaimana solusinya, macam-macam lah. Tapi kan yang bicara menteri-menteri ya. Saya dengarkan saja. Saya kan tidak ikut ngomong, saya dengarkan saja," ucapnya.
Hasan menuturkan pembahasan dalam rapat itu berlangsung selama sekitar tiga jam dan diselingi kegiatan berbuka puasa.
Terkait kemungkinan adanya penugasan baru atau kabar mengenai perombakan kabinet, Hasan menyatakan belum menerima informasi maupun pembicaraan apa pun mengenai hal tersebut.
Dia juga belum dapat memberikan komentar apabila nantinya diminta kembali membantu pemerintahan.
"Belum bisa komentar. Kita orang belum ada ini, belum ada pembicaraan soal itu. Sabar ya. Nanti lagi ya. Terima kasih," pungkasnya.
Selain Hasan, nampak pula Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia turut tiba di Istana Kepresidenan.
Sumber: ANTARA