Jakarta (KABARIN) - Dokter ortopedi mengungkapkan bahwa rasa pegal, kaku pada leher, nyeri punggung, atau ketidaknyamanan pada sendi setelah berjam-jam berada di ruangan berpendingin udara (AC) umumnya bukan disebabkan langsung oleh AC, melainkan oleh kebiasaan duduk terlalu lama dan kurang bergerak.
Melansir dari Hindustan Times pada Minggu (14/6) waktu setempat, Ketua dan ahli bedah ortopedi di Welcare Hospital, Dr. Bharat S. Mody, menjelaskan bahwa pendingin ruangan tidak menyebabkan radang sendi maupun kerusakan tulang secara langsung.
"AC tidak secara langsung menyebabkan arthritis atau degenerasi tulang. Namun, kebiasaan sedentari di dalam ruangan yang sering menyertai penggunaan AC berlebihan dapat memperburuk kekakuan dan ketidaknyamanan otot," kata Mody.
Menurut dia, banyak orang menghabiskan waktu delapan hingga 10 jam di ruangan ber-AC dengan posisi duduk yang kurang baik. Kondisi tersebut dapat memicu kekakuan otot, ketegangan tubuh, serta keluhan pada sendi.
Mody menjelaskan suhu dingin dapat menyebabkan otot menegang sementara, mengurangi fleksibilitas tubuh, dan memperlambat sirkulasi darah. Efek ini biasanya lebih terasa pada orang yang telah memiliki masalah sendi atau nyeri kronis sebelumnya.
Beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami keluhan tersebut antara lain penderita osteoartritis, spondilosis servikal, frozen shoulder, nyeri punggung bawah, maupun mereka yang memiliki riwayat cedera.
Lansia juga cenderung lebih sering mengeluhkan nyeri sendi saat berada di ruangan ber-AC karena massa otot yang berkurang, sirkulasi darah yang tidak sebaik saat muda, serta adanya kondisi degeneratif pada persendian.
Meski demikian, Mody menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan AC dapat menyebabkan osteoporosis atau melemahkan tulang secara langsung.
Menurut dia, risiko yang lebih perlu diperhatikan adalah gaya hidup yang menyertai aktivitas di dalam ruangan, seperti kurang bergerak, minim paparan sinar matahari, dan kurang minum air.
"Kekurangan vitamin D masih banyak ditemukan pada masyarakat perkotaan yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan dan jarang terpapar sinar matahari," katanya.
Vitamin D berperan penting dalam kesehatan tulang karena membantu penyerapan kalsium. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelemahan otot, mudah lelah, nyeri tulang, hingga meningkatkan risiko patah tulang pada kondisi yang lebih berat.
Mody mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang muncul berulang, seperti leher dan punggung yang terus terasa kaku, nyeri lutut setelah duduk lama, kram otot, bahu tegang, kesemutan pada tangan, tubuh pegal saat bangun pagi, hingga rasa lelah berkepanjangan.
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda masalah postur tubuh, ketegangan otot, kekurangan vitamin D, atau tahap awal gangguan persendian.
Untuk mencegah keluhan, ia menyarankan menjaga suhu AC pada kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius, menghindari paparan udara dingin secara langsung ke tubuh, rutin berdiri dan berjalan setiap 30 hingga 45 menit, menjaga kecukupan cairan, menggunakan kursi ergonomis, serta meluangkan waktu untuk berolahraga dan mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.
Menurut Mody, langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga kesehatan otot dan sendi bagi mereka yang bekerja atau beraktivitas dalam ruangan ber-AC sepanjang hari.
Sumber: ANTARA