Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan belum akan mengambil langkah rekayasa cuaca meski beberapa hari terakhir suhu terasa cukup menyengat.
Gubernur DKI Pramono Anung Wibowo menyebut kondisi saat ini masih belum memerlukan intervensi berupa hujan buatan.
“Jakarta masih belum memerlukan, apa, dibuat hujan buatan,” kata Pramono.
Ia menjelaskan keputusan tersebut didasarkan pada prediksi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menjelang Lebaran. Meski cuaca saat ini terasa panas, ada potensi hujan dengan intensitas sedang saat momen Idul Fitri.
“Untuk menghadapi Idul Fitri, memang data BMKG menunjukkan sebelumnya cuacanya panas. Tetapi pada saat Idul Fitri, ada kemungkinan curah hujan menengah,” ujarnya.
Sementara itu, BMKG memperkirakan suhu panas masih akan bertahan hingga mendekati Idul Fitri, sekitar 20 sampai 22 Maret 2026. Deputi Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan suhu di Jakarta bahkan sempat menyentuh 35,6 derajat Celsius.
Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh langit cerah dengan sedikit awan sehingga sinar matahari bisa langsung mencapai permukaan bumi secara maksimal.
“BMKG mencatat suhu maksimum hingga 35,6 derajat Celcius dan indeks UV masuk kategori ungu atau artinya bahaya ekstrem," ungkap Guswanto.
BMKG juga mengingatkan warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat siang hari, terutama antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.
Masyarakat disarankan menggunakan pelindung seperti topi, payung, atau kacamata hitam serta mengenakan pakaian tertutup saat beraktivitas di bawah terik matahari.
"Gunakan tabir surya atau sunscreen dengan SPF tinggi untuk melindungi kulit. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi," tutur Guswanto.
Sumber: ANTARA