Moskow (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun dalam percakapan telepon dengan Menlu Oman Badr al-Busaidi meminta dukungan Oman untuk memasok sumber energi, termasuk gas alam cair (LNG) dan minyak mentah.
Pemerintah Korea Selatan sebelumnya telah menaikkan status kewaspadaan terhadap potensi gangguan pasokan minyak ke level dua dari empat tingkat pada 18 Maret, menyusul krisis di Timur Tengah dan blokade de facto di Selat Hormuz.
Korsel juga telah mengamankan pasokan prioritas sebanyak 18 juta barel minyak dari Uni Emirat Arab, kata Kementerian Luar Negeri Korsel dalam pernyataannya, Selasa.
Selain isu energi, kedua menteri membahas perkembangan situasi di Timur Tengah.
Cho Hyun menyampaikan terima kasih atas peran Oman dalam mendukung operasi unit angkatan laut Cheonghae yang ditempatkan di kawasan tersebut, serta meminta bantuan otoritas Oman jika diperlukan evakuasi warga Korea Selatan dari wilayah konflik.
Kedua pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama demi mempercepat pemulihan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah.
Ketegangan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Situasi tersebut memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan LNG dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Dampaknya, ekspor dan produksi minyak di kawasan terganggu, mendorong kenaikan harga energi dunia.
Baca juga: Filipina Tetapkan Keadaan Darurat Energi Akibat Konflik Timur Tengah
Baca juga: Jepang Akan Jual 8,5 Juta Kiloliter Cadangan Minyak Negara
Sumber: SPU