Indonesia Serukan Solidaritas ASEAN dalam Pertemuan Menteri Ekonomi

waktu baca 2 menit

ASEAN perlu menunjukkan kepada komunitas bisnis dan internasional bahwa kawasan ini tetap terbuka

Jakarta (KABARIN) - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan negara-negara ASEAN harus tetap terbuka dan kuat menghadapi ketidakpastian global yang makin meningkat akibat situasi geopolitik dunia dan gangguan rantai pasok internasional.

Hal itu disampaikan Budi dalam pertemuan gabungan Menteri Luar Negeri dan Menteri Ekonomi ASEAN di Cebu, Filipina, Rabu.

Menurut dia, kerja sama antara sektor ekonomi dan politik di kawasan ASEAN menjadi langkah penting agar setiap negara bisa merespons tekanan global secara cepat dan kompak.

"ASEAN perlu menunjukkan kepada komunitas bisnis dan internasional bahwa kawasan ini tetap terbuka, tangguh, dan mampu menjaga stabilitas perdagangan serta rantai pasok di tengah ketidakpastian geopolitik global," ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Pertemuan tersebut juga membahas kondisi ekonomi global dan regional, termasuk dampak konflik di Timur Tengah terhadap negara-negara ASEAN. Agenda itu menjadi bagian dari rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN.

Indonesia dalam forum itu mendorong penguatan kerja sama ketahanan energi dan pangan sebagai fokus utama kawasan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produksi tetap berjalan dan memastikan distribusi barang kebutuhan pokok tidak terganggu.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya mencari sumber energi alternatif, memperkuat sistem peringatan dini, hingga meningkatkan pertukaran informasi antarnegara ASEAN untuk menghadapi potensi krisis pangan dan energi ke depan.

Tak hanya itu, Indonesia turut mendorong penguatan perdagangan antarnegara ASEAN lewat percepatan ratifikasi Second Protocol to ASEAN Trade in Goods Agreement atau ATIGA.

Langkah tersebut dianggap penting untuk menjaga stabilitas rantai pasok di tengah kondisi ekonomi global yang makin terfragmentasi.

Indonesia juga meminta perluasan kerja sama perdagangan ASEAN dengan sejumlah mitra strategis, termasuk percepatan penyelesaian ASEAN–Canada Free Trade Agreement serta memaksimalkan kerja sama Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP.

Budi menegaskan setiap kebijakan ASEAN harus tetap berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti petani dan pelaku UMKM yang paling terdampak saat krisis global terjadi.

"ASEAN harus mampu membangun solusi jangka panjang yang tidak hanya memperkuat ketahanan kawasan, tetapi juga melindungi masyarakat, khususnya petani dan UMKM, dari dampak krisis global," kata Budi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka