Oto

Euro NCAP Soroti Risiko Teknologi FSD Tesla terhadap Keselamatan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Teknologi Full Self Driving yang dikembangkan Tesla mendapat sorotan dari Euro NCAP. Lembaga ini menilai sistem tersebut punya potensi risiko serius jika digunakan tanpa pemahaman yang tepat.

Direktur Teknis Euro NCAP Richard Schram mengungkapkan bahwa teknologi yang dikenal sebagai FSD itu memang canggih, namun tetap menyimpan celah yang bisa berbahaya bagi pengemudi.

“(FSD Tesla) memang mengesankan, tapi ada bahaya besar, yaitu terlalu bergantung pada sistem tersebut. Apa yang ingin saya lihat dari Tesla adalah, ‘ini benar-benar self-driving penuh, dan kami akan bertanggung jawab sepenuhnya atas apa pun yang terjadi selamanya.’ kata Schram.

Fitur FSD memungkinkan mobil seperti Tesla Model 3 dan Tesla Model Y menjalankan berbagai situasi berkendara yang kompleks, mulai dari jalanan kota, berhenti di lampu merah, hingga parkir otomatis. Sistem ini mengandalkan kamera serta kemampuan pemrosesan data yang cepat.

Meski terlihat canggih, teknologi ini masih berada di wilayah abu abu dari sisi hukum di sejumlah negara, termasuk Australia. Tesla sendiri tetap mengingatkan pengemudi agar tangan tetap berada di setir, walaupun dalam praktiknya aturan ini tidak selalu dijalankan secara ketat.

Di kawasan Eropa, teknologi ini bahkan belum diizinkan karena pertimbangan regulasi dan standar keselamatan yang lebih ketat, termasuk perbedaan aturan lalu lintas antarnegara.

Schram juga menyoroti penamaan FSD yang dinilai bisa menyesatkan. Menurutnya, istilah tersebut memberi kesan mobil sepenuhnya bisa bertanggung jawab, padahal kendali utama tetap ada pada pengemudi.

“Jika Anda ingin menyebutnya otomatisasi, silakan, tapi berarti Anda (pabrikan mobil) yang bertanggung jawab. Secara adil, dan bukan hanya soal Tesla, pada umumnya tidak ada yang benar-benar self-driving, semuanya adalah sistem bantuan. Sistem bantuan yang canggih juga tetap membutuhkan keterlibatan pengemudi. Jika itu seimbang, tidak masalah." ujar Schram.

Ke depan, Euro NCAP bersama ANCAP akan semakin fokus menguji interaksi antara pengemudi dan sistem keselamatan kendaraan.

Mulai 2026, pengujian akan menyoroti kemampuan sistem dalam memantau pengemudi, termasuk akurasi dan kemampuan membaca kondisi pengemudi. Sementara untuk rencana aturan 2029, pengujian akan lebih jauh melihat seberapa cerdas sistem dalam merespons situasi.

Menurut Euro NCAP, sistem tidak boleh memberi peringatan secara berlebihan jika pengemudi masih sadar situasi, seperti saat menoleh sebentar atau mengganti radio. Jika itu terjadi, teknologi dianggap belum bekerja dengan optimal.

Aturan lanjutan ini masih dalam tahap pembahasan dan akan melibatkan masukan dari berbagai produsen mobil sebelum benar benar diterapkan.

Sumber: Drive

Bagikan

Mungkin Kamu Suka