Qatar Menolak Peran sebagai Mediator dalam Upaya Negosiasi AS dan Iran

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Qatar dilaporkan menolak permintaan Amerika Serikat untuk menjadi mediator utama dalam upaya perundingan dengan Iran. Informasi ini diungkap dalam laporan The Wall Street Journal pada Jumat (3/4).

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa berbagai inisiatif diplomatik dari negara negara di kawasan untuk mendorong gencatan senjata masih belum menemukan titik terang.

Iran juga telah menyampaikan kepada para mediator bahwa mereka belum bersedia bertemu dengan perwakilan Amerika dalam waktu dekat. Salah satu alasannya karena tuntutan yang diajukan Washington dinilai tidak dapat diterima.

Kepala misi diplomatik Iran di Kairo, Mojtaba Ferdosipour, menyatakan bahwa negaranya hanya membuka peluang untuk penghentian konflik secara menyeluruh dan menolak opsi gencatan senjata sementara.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Rabu 1 April juga membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Teheran telah mengajukan permintaan gencatan senjata.

Ketegangan di kawasan ini berawal dari serangan yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel pada akhir Februari ke sejumlah wilayah di Iran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer milik AS di Timur Tengah. Situasi ini turut berdampak pada jalur distribusi energi global, termasuk terganggunya aktivitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting pengiriman minyak dan gas.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka