NTB Masih Diguyur Hujan Meski El Nino Makin Kuat

waktu baca 2 menit

...Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan hujan yang masih terjadi guna mengantisipasi kekeringan yang umumnya terjadi pada musim kemarau

Mataram (KABARIN) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) masih berpotensi diguyur hujan meski fenomena El Nino mulai menguat menuju moderat pada akhir Mei 2026.

"Pada 21-31 Mei, terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 50 persen sampai 80 persen yang terjadi hampir di seluruh wilayah NTB," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Nindya Kirana di Mataram, Kamis.

Bahkan, peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian sebesar 10 hingga 40 persen diprediksi terjadi di sebagian wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Bima.

BMKG mencatat Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada pada kategori netral dengan indeks -0.099 dan diprediksi berada dalam kondisi positif mulai Juli 2026.

Sedangkan, ENSO atau El Nino Southern Oscillation saat ini berada dalam kategori lemah dengan indeks anomali suhu muka laut Nino 3.4 sebesar +0,97. Kondisi itu diperkirakan berkembang menjadi El Nino moderat pada periode Mei-Juni-Juli 2026.

Nindya menuturkan aliran massa udara di sebagian besar Indonesia saat ini didominasi angin timuran. Belokan dan pertemuan angin terlihat di wilayah sekitar garis ekuator.

Anomali suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia dalam kondisi normal hingga hangat. MJO dalam kondisi aktif di fase 2 (Indian Ocean), lalu diprediksi berangsur menjadi tidak aktif.

"Secara spasial, beberapa gelombang atmosfer diprediksi aktif di wilayah Indonesia mulai pertengahan Mei 2026," ucap Nindya.

Hasil analisa BMKG menyebutkan meski sebagian wilayah NTB mulai memasuki musim kemarau, namun sebagian daerah lainnya masih berada dalam fase transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.

Pada pertengahan Mei 2026, curah hujan secara umum berada dalam kategori rendah hingga menengah. Curah hujan tertinggi tercatat oleh Pos Hujan Lenek Duren di Kabupaten Lombok Timur dengan angka mencapai 218 milimeter per dasarian.

Adapun hari tanpa hujan berturut-turut secara umum masih berada dalam kategori sangat pendek hingga menengah. Hari tanpa hujan terpanjang tercatat selama 19 hari oleh Pos Hujan Dongo di Kabupaten Bima.

"Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan hujan yang masih terjadi guna mengantisipasi kekeringan yang umumnya terjadi pada musim kemarau," pungkas Nindya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka