Istanbul (KABARIN) - Emmanuel Gregoire lagi menyiapkan langkah simbolis yang cukup kuat buat menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina. Wali Kota Paris itu dikabarkan berencana memberikan status kehormatan Paris kepada warga sipil Palestina di Gaza dan Tepi Barat, termasuk para jurnalis Palestina yang masih terus meliput di tengah konflik.
Kabar ini pertama kali dilaporkan media Prancis, Le Parisien, pada Kamis (21/5). Menurut laporan tersebut, Gregoire bakal mengajukan usulan resmi itu ke Dewan Kota Paris pada Juni mendatang.
Kantor wali kota Paris juga sudah mengonfirmasi rencana tersebut lewat pernyataan yang dikutip Le Nouvel Obs.
"Paris selalu menjunjung kebebasan bangsa-bangsa dan martabat manusia," sebut kantor wali kota itu dalam pernyataannya.
Di tengah perang dan krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza, pemerintah kota Paris menilai langkah ini sebagai bentuk keberpihakan terhadap nilai kemanusiaan dan hak sipil warga Palestina.
"Paris memilih warga sipil daripada kekerasan, hukum daripada kesewenang-wenangan, dan kehidupan daripada kehancuran," kata kantor Gregoire.
Bukan cuma warga sipil, para jurnalis Palestina juga masuk dalam daftar yang bakal diberi penghormatan. Pemerintah kota Paris menilai kerja para jurnalis di wilayah konflik punya peran penting untuk membuka akses informasi ke dunia internasional, terutama di tengah situasi perang yang penuh pembatasan dan risiko.
"Menghormati mereka berarti menghormati hak dasar masyarakat untuk mengetahui kebenaran," demikian pernyataan pemerintah kota Paris.
Rencana ini muncul saat perhatian dunia internasional terhadap kondisi di Gaza kembali meningkat. Konflik berkepanjangan di wilayah tersebut sudah menyebabkan ribuan korban sipil, kerusakan besar, hingga krisis pangan dan kesehatan yang makin parah.
Kalau usulan itu disetujui Dewan Kota Paris bulan depan, status warga kehormatan tersebut bakal menjadi salah satu bentuk dukungan simbolik paling besar dari pemerintah kota besar di Eropa terhadap warga Palestina dan para jurnalis yang bekerja di tengah perang.
Sumber: ANAD