Istanbul (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa opsi pengerahan pasukan darat ke Iran masih terbuka, meski saat ini belum dianggap sebagai langkah yang perlu dilakukan.
Dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu (5/4), Trump menyebut situasi saat ini belum sampai pada titik yang mengharuskan pengiriman pasukan darat.
“Saya tidak berpikir itu perlu, tetapi saya tidak menutup opsi apa pun,” ujarnya kepada ABC News.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meski belum menjadi prioritas, opsi militer tetap ada di meja jika situasi berkembang.
Hal serupa juga ia sampaikan dalam pernyataan terpisah kepada The Hill. Trump menegaskan bahwa pengiriman pasukan darat bisa saja dilakukan jika Iran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
Sikap ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak awal eskalasi konflik, Trump memang konsisten menyatakan tidak ingin membatasi opsi yang dimiliki Amerika Serikat.
Bahkan sebelumnya, ia juga sempat mengatakan kepada New York Post bahwa dirinya tidak “ragu” terkait kemungkinan pengerahan pasukan darat.
Di sisi lain, Gedung Putih mencoba meredam spekulasi dengan menyebut bahwa pengerahan pasukan darat belum masuk dalam rencana saat ini. Namun, mereka menegaskan bahwa Trump “secara bijak tetap membuka semua opsi.”
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari.
Serangan gabungan AS dan Israel ke Iran yang dimulai pada 28 Februari dilaporkan menyebabkan lebih dari 1.340 korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Israel serta negara-negara di kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Dengan kondisi yang masih memanas, pernyataan Trump ini memperlihatkan bahwa situasi geopolitik masih sangat dinamis, dan berbagai kemungkinan, termasuk opsi militer, masih terbuka ke depan.
Sumber: Anadolu_OANA