Fadli Zon Ingatkan Agar Tidak Ada Provokasi untuk Menjatuhkan Presiden Prabowo

waktu baca 2 menit

Itu menurut saya, bukan ciri-ciri intelektual

Jakarta (KABARIN) - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengingatkan semua pihak agar tidak mengarahkan opini publik untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto melalui cara yang tidak sesuai aturan hukum dan konstitusi.

Ia menanggapi adanya pernyataan dari pihak tertentu yang dinilai mendorong langkah tersebut dan menyebut hal itu bukan sikap yang mencerminkan intelektualitas.

"Itu menurut saya, bukan ciri-ciri intelektual," kata Fadli Zon di Jakarta, Rabu, menanggapi adanya pernyataan seorang pengamat untuk menjatuhkan Prabowo.

Fadli menilai masih ada sebagian orang yang mengaku mendukung demokrasi, tetapi belum sepenuhnya memahami prinsip dasarnya.

Menurutnya, ajakan atau provokasi kepada masyarakat untuk mengambil tindakan di luar jalur konstitusional justru bertentangan dengan nilai demokrasi yang sehat.

Ia menegaskan bahwa menyampaikan kritik tetap diperbolehkan bahkan penting, namun harus berdasarkan data yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama jika datang dari kalangan yang dianggap intelektual.

Fadli juga menyoroti perjalanan politik Prabowo Subianto yang menurutnya menunjukkan komitmen terhadap sistem demokrasi.

Ia menjelaskan Prabowo beralih dari dunia militer ke politik sipil, kemudian mendirikan partai politik dan beberapa kali mengikuti pemilihan presiden hingga akhirnya terpilih.

Pada pemilu terakhir, pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meraih kemenangan dengan perolehan suara sekitar 58 persen atau lebih dari 96 juta suara.

Menurut Fadli, hal itu menunjukkan bahwa Prabowo konsisten menempuh jalur demokrasi dan tidak pernah meninggalkan mekanisme pemilu.

Ia juga menilai anggapan bahwa Prabowo bersikap otoriter tidak sesuai dengan fakta sejarah perjalanannya di politik.

"Prabowo itu sudah memilih jalan demokrasi dari dulu," katanya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka