Moskow (KABARIN) - Inggris dan Prancis akan memimpin misi militer internasional untuk memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz setelah kondisi dinilai memungkinkan.
Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Jumat (17/4) usai menghadiri KTT internasional yang digelar Prancis terkait keamanan maritim di kawasan tersebut.
“Saya dapat memastikan bahwa, bersama dengan Prancis, Inggris akan memimpin misi multinasional untuk melindungi kebebasan navigasi segera setelah kondisi memungkinkan,” kata Starmer kepada wartawan.
KTT tersebut diikuti perwakilan dari 49 negara yang membahas stabilitas dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Starmer menegaskan bahwa misi tersebut bersifat damai dan berfokus pada perlindungan jalur perdagangan serta upaya pembersihan ranjau di wilayah perairan strategis itu.
Ia juga menyebut lebih dari belasan negara telah menyatakan kesiapan untuk mengirim dukungan peralatan militer dalam misi tersebut.
Starmer mengundang negara-negara yang berminat untuk bergabung dan menyebut akan ada pertemuan lanjutan antarperwakilan kementerian pertahanan di London pada pekan depan.
“Selat itu harus segera dibuka kembali, tanpa pungutan dan tanpa pembatasan,” ujarnya.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia, sehingga menjadi titik strategis dalam perdagangan energi global.
Sumber: SPU