IHSG Dibuka Melemah di Tengah Meningkatnya Ketegangan AS–Iran

waktu baca 2 menit

Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih sideways pada kisaran level 7.500- 7.700. Namun, jika IHSG menembus level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.450- 7.480,

Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa pagi bergerak melemah seiring kembali meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

IHSG dibuka turun 33,83 poin atau 0,45 persen ke level 7.560,28. Sementara itu, Indeks LQ45 juga terkoreksi 7,00 poin atau 0,93 persen menjadi 748,85.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih sideways pada kisaran level 7.500-7.700. Namun, jika IHSG menembus level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.450-7.480,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta, Selasa.

Dari sisi global, ketegangan AS–Iran kembali meningkat dan menekan sentimen pasar. Kondisi ini turut mengurangi harapan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat, sekaligus mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

Ketegangan disebut meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya telah menembak dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Langkah tersebut diambil setelah Iran menolak mengikuti putaran baru pembicaraan damai yang direncanakan AS di Pakistan.

Trump juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran jika tidak tercapai kesepakatan, sementara masa gencatan senjata kedua negara dijadwalkan segera berakhir pekan ini.

Dari dalam negeri, data Bank Indonesia (BI) menunjukkan rasio kredit bermasalah (NPL) sektor properti pada Februari 2026 naik menjadi 3,24 persen, dari 2,99 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, penyaluran kredit properti masih tumbuh 13,7 persen (yoy).

Pelaku pasar juga mencermati kemungkinan kebijakan suku bunga BI. Kenaikan BI Rate dinilai dapat menekan nilai tukar rupiah, namun diperkirakan Bank Indonesia belum akan mengubah suku bunga acuannya dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung 21–22 April.

Sementara itu, kenaikan harga BBM non-subsidi dinilai dapat membantu menekan beban APBN melalui pengurangan subsidi, meski dampaknya masih terbatas.

Di pasar global, bursa saham Eropa pada perdagangan Senin (20/4) ditutup melemah, begitu pula Wall Street yang kompak terkoreksi tipis. Sebaliknya, bursa saham Asia pagi ini bergerak bervariasi dengan Nikkei dan Hang Seng menguat, sementara Shanghai melemah dan Strait Times mencatat kenaikan tipis.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka