Turki Tolak Wilayah Udaranya Dilintasi Pesawat Presiden Israel

waktu baca 1 menit

Ankara (KABARIN) - Turki dilaporkan menolak memberikan izin penggunaan wilayah udaranya untuk pesawat yang membawa Presiden Israel Isaac Herzog dalam perjalanan menuju Astana, Kazakhstan. Informasi ini disampaikan oleh situs berita penerbangan sipil HavasosyalMedya pada Selasa.

Rute penerbangan yang biasanya melewati Turki, Armenia, dan Azerbaijan akhirnya dialihkan melalui jalur Eropa dan Rusia. Perubahan tersebut membuat durasi penerbangan dari Tel Aviv ke Astana bertambah menjadi sekitar delapan jam.

Menurut laporan, saat ini wilayah udara Turki memang tidak dapat digunakan oleh pejabat Israel maupun pesawat yang membawa persenjataan.

Namun, jalur tersebut masih terbuka untuk penerbangan komersial dari maskapai negara ketiga, sementara maskapai Israel tetap dapat menggunakannya dalam skema transit tertentu.

Seorang sumber diplomatik di Ankara kepada RIA Novosti menyebutkan bahwa pembatasan itu merupakan bagian dari kebijakan Turki terkait hubungan dengan Israel.

Turki sendiri diketahui telah menghentikan hubungan diplomatik dengan Israel sejak operasi militer di Jalur Gaza berlangsung. Komunikasi kedua negara kini disebut hanya terbatas pada kontak keamanan bersifat darurat.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka