Atas Arahan Prabowo, Dudung Bangun Jembatan Komunikasi Pemerintah dengan Ulama

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mendapat tugas khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan tokoh agama. Peran itu mulai dijalankan lewat kunjungan resmi ke kantor Majelis Ulama Indonesia.

Dalam keterangannya, Dudung menyebut pertemuan tersebut menjadi bagian dari tugas barunya sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan ulama.

"Ya, ini silaturahmi ini sangat luar biasa kalau menurut saya, makanya saya hadir karena saya satu sisi pejabat baru sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) yang bisa mewakili pemerintah," kata Dudung.

Ia menjelaskan, kunjungan ini juga membawa misi untuk menyerap langsung aspirasi dari para tokoh agama, terutama terkait kondisi masyarakat dan upaya menjaga stabilitas nasional.

"Saya mendengar apa yang menjadi saran masukan dari para ulama dan kemudian nanti kita akan laporkan kepada Bapak Presiden. Banyak hal-hal penting yang tadi saya terima," tuturnya.

Dudung menegaskan setiap masukan yang diterima akan ditindaklanjuti. Menurutnya, menyampaikan kondisi di lapangan kepada Presiden merupakan bagian dari tugas utama Kantor Staf Kepresidenan.

Selain membahas aspirasi, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan bangsa. Dudung menyampaikan pesan dari Ketua Umum MUI Anwar Iskandar agar masyarakat menjaga ucapan dan menghindari sikap saling membenci maupun menyebarkan fitnah.

"Satu hal lagi tadi dari Kiai Haji Anwar yang Ketua MUI bahwa pentingnya kebersamaan, menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga mulut untuk tidak saling membenci, saling merendahkan, saling memfitnah, sehingga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tetap terjaga," ungkap Dudung.

Ia menambahkan, menjaga stabilitas negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi perlu dukungan semua pihak termasuk lembaga keagamaan.

Dalam kunjungan tersebut, Dudung juga bertemu dengan jajaran pimpinan MUI, termasuk Wakil Ketua Umum Cholil Nafis dan Marsudi Syuhud, serta sejumlah pengurus lainnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka