Istanbul (KABARIN) - Prancis menyatakan belum dapat mengonfirmasi laporan mengenai dugaan serangan terhadap kapal kargo yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran CMA CGM di kawasan Selat Hormuz.
Juru bicara pemerintah Prancis Maud Bregeon mengatakan pihaknya masih menunggu verifikasi terkait insiden tersebut.
“Saya tidak dapat mengkonfirmasi pagi ini apakah itu benar-benar terjadi,” kata Bregeon kepada stasiun televisi franceinfo, menanggapi laporan media yang menyebut kapal tersebut menjadi sasaran di lepas pantai Dubai.
Ia menegaskan bahwa jika laporan itu terbukti benar, maka situasinya akan dianggap “sama sekali tidak dapat diterima.”
Sementara itu, Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot juga menyampaikan hal serupa, bahwa pemerintah belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih menunggu klarifikasi dari pihak pemilik kapal dalam beberapa jam ke depan.
Ia menambahkan bahwa saat ini terdapat sekitar 59 kapal yang terkait kepentingan Prancis yang beroperasi di kawasan Selat Hormuz.
Laporan dari media Amerika dan Inggris sebelumnya menyebut sebuah kapal kargo berbendera Prancis diduga menjadi target serangan di jalur perairan strategis tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Situasi di kawasan itu sendiri disebut masih memanas sejak eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang berdampak pada keamanan jalur pelayaran.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya disebut turut terlibat dalam dinamika kebijakan terkait kawasan tersebut, termasuk langkah-langkah militer dan diplomatik yang memengaruhi stabilitas Selat Hormuz.
Sumber: ANAD