PBB Sebut Warga Sipil di Gaza Masih Jadi Sasaran Serangan

waktu baca 2 menit

PBB (KABARIN) - Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa warga sipil di Jalur Gaza masih terus menjadi korban serangan di tengah eskalasi serangan udara dan baku tembak di kawasan permukiman.

Dalam laporan pada Selasa (5/5), OCHA menyebut mitra-mitra kemanusiaan mencatat salah satu jumlah insiden keamanan tertinggi sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025.

Sejumlah fasilitas kemanusiaan dilaporkan terkena dampak dalam dua insiden terpisah. Selain itu, sebuah serangan udara menghantam area dekat gudang PBB, sementara kendaraan bantuan juga mengalami kerusakan akibat lemparan batu.

OCHA juga menyoroti semakin terbatasnya masuknya logistik penting ke Gaza, termasuk oli mesin, suku cadang, alat berat pengangkut puing, dan berbagai barang esensial lainnya. Kondisi ini berdampak langsung pada layanan kemanusiaan di lapangan.

“Kendaraan dan generator rusak parah hingga tidak dapat diperbaiki, sehingga mengganggu distribusi makanan, pengangkutan air, layanan ambulans, serta penyaluran perlengkapan pendidikan dan barang-barang medis. Kerusakan generator juga berimbas pada rumah-rumah sakit, termasuk unit perawatan intensif (ICU),” kata OCHA.

Badan PBB itu juga memperingatkan bahwa kondisi kendaraan lapis baja yang semakin aus meningkatkan risiko bagi para pekerja bantuan dalam menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan.

OCHA menegaskan bahwa berdasarkan hukum humaniter internasional, semua pihak berkewajiban memfasilitasi, bukan menghambat, operasi kemanusiaan, serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka