Gus Ipul Ajak Pengasuh Pesantren Dukung Program Prioritas Presiden

waktu baca 2 menit

Pamekasan (KABARIN) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para pengasuh pondok pesantren di Pulau Madura, Jawa Timur, untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam pemutakhiran data sosial dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

“Saya ingin mengajak para kiai sekalian untuk ikut memutakhirkan data, ini proses pemutakhiran data, kalau kiai punya santri, santri punya informasi, silahkan dimasukkan ke sistem data yang kami punya,” kata Gus Ipul dalam Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Universitas Islam Negeri Madura, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu.

Kegiatan tersebut dihadiri para pengasuh pondok pesantren dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Selain itu, hadir pula camat, lurah dan kepala desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), operator data desa, hingga perwakilan lembaga kesejahteraan sosial.

Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan pentingnya data yang akurat dalam penyelenggaraan program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut dia, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi langkah penting agar program pemerintah tepat sasaran.

“Alhamdulillah, Pamekasan termasuk kabupaten yang peduli terhadap data,” ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan proses pemutakhiran data dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur formal melalui RT/RW, lurah atau kepala desa, hingga dinas sosial daerah, serta jalur partisipatif yang dapat diakses masyarakat melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping sosial, command center, maupun WhatsApp Center.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta dukungan para kiai dan ulama untuk mendampingi pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Madura.

“Kami mohon doa restu untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di pulau Madura, kami mohon didampingi, kami mohon diberi saran, diberi kritik, diberi masukan,” ujar Gus Ipul.

Ia berharap para alim ulama dan pengasuh pesantren dapat memperkuat pendidikan agama dalam sistem boarding school Sekolah Rakyat melalui pembinaan karakter siswa.

“Kedepan saya ingin para Kyai untuk bisa memperkuat di boarding school, boarding-nya ini pembinaan karakter, dan insya Allah secara bergantian mungkin ustadz-ustadz pendidik yang ditunjuk untuk bisa mengisi,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat Kementerian Sosial, Rektor UIN Madura Saiful Hadi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Pamekasan, hingga pengurus Nahdlatul Ulama se-Madura Raya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka