Xi Jinping Ingatkan AS agar Berhati-hati Soal Taiwan

waktu baca 3 menit

Beijing (KABARIN) - Presiden China Xi Jinping meminta Amerika Serikat bersikap hati-hati dalam menangani isu Taiwan saat bertemu Presiden AS Donald Trump di Balai Besar Rakyat, Beijing.

“Masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan China-AS. AS harus lebih berhati-hati dalam menangani masalah Taiwan,” kata Xi seperti dikutip dari Kementerian Luar Negeri China, Kamis (14/5).

Xi mengatakan hubungan bilateral dapat tetap stabil apabila isu Taiwan ditangani dengan tepat.

“Jika tidak, kedua negara akan mengalami bentrokan dan bahkan konflik, yang akan membahayakan seluruh hubungan. ‘Kemerdekaan Taiwan’ dan perdamaian lintas Selat Taiwan sama sekali tidak dapat didamaikan, seperti api dan air,” tegas Xi.

Menurut dia, menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan merupakan kepentingan bersama terbesar bagi China dan Amerika Serikat.

Dalam kesempatan itu, Trump mengaku merasa terhormat melakukan kunjungan kenegaraan ke China.

“Amerika Serikat dan China memiliki hubungan yang sangat baik. Presiden Xi dan saya memiliki hubungan terpanjang dan terbaik yang pernah dimiliki oleh presiden kedua negara. Kami menikmati komunikasi yang erat dan menyelesaikan banyak masalah penting,” ujar Trump.

Trump juga memuji Xi sebagai pemimpin besar dan menyebut China sebagai negara besar.

“Saya sangat menghormati Presiden Xi dan rakyat China. Pertemuan kita hari ini adalah pertemuan puncak terbesar yang disaksikan dunia. Saya akan bekerja sama dengan Presiden Xi untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama, menangani perbedaan dengan tepat, membuat hubungan bilateral lebih baik dari sebelumnya, dan menyongsong masa depan yang fantastis,” tambahnya.

Trump menyebut AS dan China merupakan dua negara terpenting dan terkuat di dunia.

“Bersama-sama, kita dapat melakukan banyak hal besar dan baik untuk kedua negara dan dunia. Saya membawa serta perwakilan terbaik dari bisnis-bisnis Amerika. Mereka semua menghormati dan menghargai China dan saya sangat mendorong mereka untuk memperluas kerja sama mereka dengan China,” katanya.

Selain isu Taiwan, kedua pemimpin turut membahas situasi Timur Tengah, krisis Ukraina, dan Semenanjung Korea. Keduanya juga sepakat saling mendukung penyelenggaraan forum APEC Economic Leaders' Meeting dan G20 Summit tahun ini.

Dalam lawatannya, Trump turut membawa sejumlah pemimpin perusahaan besar Amerika Serikat, di antaranya Elon Musk, Tim Cook, Jensen Huang, Larry Fink, dan David Solomon.

Pertemuan berlangsung sekitar dua jam 15 menit. Setelah itu, Xi dan Trump mengunjungi Temple of Heaven yang dibangun pada 1420.

Saat wartawan mencoba menanyakan apakah isu Taiwan dibahas lebih jauh dalam pertemuan tersebut, Trump tidak memberikan jawaban rinci.

“China itu indah,” kata Trump singkat.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka