Harga LPG 3 Kg Dipastikan Tidak Naik Meski Rupiah Melemah

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak ada perubahan harga LPG bersubsidi, termasuk LPG 3 kilogram, meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan.

“Belum ada perubahan. Harga LPG subsidi tetap, enggak ada (perubahan),” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman di Jakarta, Senin.

Nilai tukar rupiah pada Senin (18/6) pagi tercatat melemah 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.597 per dolar AS. Meski demikian, pemerintah memastikan kebijakan harga energi bersubsidi tetap tidak berubah.

Laode menegaskan, sebagaimana telah disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, harga LPG maupun BBM bersubsidi tidak akan mengalami penyesuaian hingga akhir tahun 2026.

“Kan sudah diumumkan Pak Menteri. Sampai akhir tahun (tidak berubah),” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa mekanisme impor LPG dan minyak tetap berjalan seperti biasa meski kondisi kurs rupiah berfluktuasi.

Sementara itu, Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen global setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dinilai belum menghasilkan solusi atas ketegangan geopolitik.

Menurutnya, kondisi tersebut memicu aksi “risk off” di pasar global yang turut menekan berbagai aset, termasuk saham, obligasi, dan mata uang.

Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.550 hingga Rp17.650 per dolar AS seiring dinamika pasar dan ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka