WHO Soroti Konflik di Kongo yang Bikin Penanganan Ebola Makin Sulit

waktu baca 2 menit

Birmingham (KABARIN) - Direktur Jenderal World Health Organization Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan konflik bersenjata di wilayah timur Republik Demokratik Kongo membuat wabah Ebola semakin susah dikendalikan.

Lewat unggahan di media sosial X pada Rabu, Tedros mengatakan wilayah timur Kongo kini menghadapi situasi berat karena harus berhadapan dengan perang dan penyebaran penyakit mematikan secara bersamaan.

"DRC timur sekarang menghadapi benturan dahsyat antara penyakit dan konflik,” tulisnya.

Tedros menjelaskan wabah Ebola di Provinsi Ituri sulit ditangani karena konflik dan perpindahan warga membuat akses tenaga medis ke lokasi terdampak jadi terhambat.

Wabah yang terjadi kali ini berasal dari strain Ebola Bundibugyo yang sampai sekarang belum memiliki vaksin maupun pengobatan resmi.

Menurutnya, bentrokan yang terus berlangsung membuat warga yang terpapar virus harus tinggal di kamp pengungsian padat penduduk sehingga risiko penularan makin besar.

"Menghentikan penularan Ebola ini sepenuhnya bergantung pada akses kemanusiaan," kata Tedros.

Ia juga menyoroti serangan terhadap fasilitas kesehatan yang membuat proses pelacakan pasien dan kontak erat menjadi hampir mustahil dilakukan.

Tedros menyebut para tenaga kesehatan kini bekerja dalam kondisi berbahaya di tengah situasi keamanan yang tidak stabil.

“Kita tidak dapat membangun kepercayaan masyarakat atau mengisolasi orang sakit sementara bom berjatuhan,” tulis Tedros.

WHO pun meminta semua pihak yang terlibat konflik segera melakukan gencatan senjata agar bantuan medis bisa masuk dengan aman dan penanganan wabah tidak semakin memburuk.

“Kami memohon agar kelangsungan hidup manusia diprioritaskan di atas segalanya,” katanya.

Konflik di wilayah timur Kongo melibatkan sejumlah kelompok bersenjata, termasuk kelompok pemberontak M23 dan milisi Koperasi untuk Pembangunan Kongo. Kondisi itu membuat ratusan ribu warga sipil terpaksa mengungsi akibat konflik berkepanjangan.

Sebelumnya, otoritas kesehatan Afrika juga memperingatkan wabah Ebola mulai menyebar ke sejumlah negara lain di kawasan tersebut.

Ada 10 negara yang kini menghadapi risiko penyebaran Ebola, yaitu Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia.

WHO menyebut risiko penyebaran global masih tergolong rendah. Namun, situasi tetap dipantau ketat karena jumlah kasus terus bertambah, termasuk infeksi pada tenaga kesehatan dan munculnya wabah di daerah perkotaan.

Sumber: Anadolu_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka