Pertamina Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM di Tengah Kenaikan

waktu baca 2 menit

Kami mengimbau masyarakat bisa memilah dan memilih, mari lakukan gerakan bijak menggunakan energi, itu bisa diterapkan di seluruh lapisan masyarakat

Badung, Bali (KABARIN) - PT Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat untuk bijak dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi yaitu Pertamax dan Pertamax Green.

“Kami mengimbau masyarakat bisa memilah dan memilih, mari lakukan gerakan bijak menggunakan energi, itu bisa diterapkan di seluruh lapisan masyarakat,” kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun ditemui di Badung, Bali, Rabu.

Roberth pun mengatakan masyarakat yang sebelumnya beralih menggunakan BBM nonsubsidi dari BBM subsidi seperti Pertalite untuk tidak perlu khawatir dengan penyesuaian harga ini.

Ia juga memastikan kualitas BBM nonsubsidi lebih baik dan ramah lingkungan.

“Artinya untuk masyarakat yang mampu, diimbau untuk menggunakan yang nonsubsidi dengan tentunya RON yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik,” ujar Roberth.

Selain itu, ia menegaskan BBM subsidi diperuntukkan untuk kendaraan layanan umum, kendaraan roda dua, dan kendaraan-kendaraan yang digunakan oleh masyarakat menengah ke bawah.

“Kita memberikan kesempatan bagi mereka yang lebih berhak menggunakan BBM bersubsidi supaya kemudian tidak berkurang alokasinya atau hak-haknya,” kata Roberth.

“Supaya mereka tetap bisa beraktivitas, tetap bisa bekerja menggunakan BBM bersubsidi, tidak terambil dari masyarakat yang notabene lebih mampu supaya mereka yang lebih mampu ini menggunakan BBM non-subsidi,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, berdasarkan daftar harga BBM ritel nonsubsidi melalui SPBU per 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sedangkan, harga Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

‎Adapun harga Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) tetap Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter.

Selanjutnya, harga BBM subsidi yaitu Pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Baca juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Pengaruhi Penguatan Rupiah

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka